News / Internasional
Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:18 WIB
Presiden Amerika Serikat tersebut secara terbuka meminta Iran untuk segera mengubah sikap diplomasi mereka melalui platform Truth Social.
Baca 10 detik
  • Donald Trump memberikan ancaman keras kepada Iran melalui unggahan gambar AI yang sangat provokatif.

  • Kebuntuan negosiasi nuklir menyebabkan blokade Selat Hormuz terus berlanjut dan mengganggu jalur perdagangan.

  • Harga minyak dunia meroket tajam akibat ketidakpastian pasokan energi dan tensi politik Washington.

Suara.com - Perang di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Donald Trump meluncurkan peringatan agresif kepada Iran.

Presiden Amerika Serikat tersebut secara terbuka meminta Iran untuk segera mengubah sikap diplomasi mereka melalui platform Truth Social.

Dikutip dari CNBC, sikap konfrontatif ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dan krisis penutupan jalur maritim yang krusial.

Donald Trump [The White House]

Narasi keras Trump diperkuat dengan unggahan visual hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya memegang senjata.

Gambar tersebut dilengkapi dengan pesan tegas yang menandakan berakhirnya periode diplomasi lunak Amerika Serikat.

“Iran tidak bisa mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera menjadi pintar!” tulis Trump.

Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)

Langkah ini diambil tepat setelah Trump membatalkan agenda perjalanan tim negosiator Amerika Serikat ke Islamabad.

Pembatalan tersebut mempertegas posisi Gedung Putih yang enggan berkompromi pada persyaratan yang diajukan oleh pihak Teheran.

Trump merasa posisi tawar Amerika Serikat saat ini jauh lebih kuat dibandingkan negara lawannya tersebut.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz dan Siapkan Senjata Rahasia untuk Hadapi Blokade Amerika Serikat

“Kita memegang semua kartu,” tegas sang Presiden saat memberikan keterangan resmi kepada Fox News.

Pihak Iran sebenarnya telah mengajukan syarat untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz yang strategis.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa Teheran meminta pencabutan blokade pelabuhan sebagai imbal balik.

“Mereka bisa datang kepada kita, atau mereka bisa menelepon kita,” tambah Trump mengenai mekanisme komunikasi selanjutnya.

Namun, tawaran Iran untuk menunda pembahasan ambisi nuklir demi pembukaan jalur laut ditolak oleh pihak Washington.

Ketidaksenangan Trump terhadap proposal tersebut membuat rencana serangan balik diplomatik kini tengah dipersiapkan.

Load More