News / Internasional
Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:18 WIB
Presiden Amerika Serikat tersebut secara terbuka meminta Iran untuk segera mengubah sikap diplomasi mereka melalui platform Truth Social.
Baca 10 detik
  • Donald Trump memberikan ancaman keras kepada Iran melalui unggahan gambar AI yang sangat provokatif.

  • Kebuntuan negosiasi nuklir menyebabkan blokade Selat Hormuz terus berlanjut dan mengganggu jalur perdagangan.

  • Harga minyak dunia meroket tajam akibat ketidakpastian pasokan energi dan tensi politik Washington.

Respons pasar terhadap ketegangan ini terlihat dari lonjakan signifikan harga minyak mentah di bursa internasional.

Harga minyak Brent langsung terkerek naik hingga menyentuh angka 114,62 Dollar AS per barel setelah unggahan tersebut viral.

Kenaikan ini memperparah kondisi pasar yang sebelumnya sudah terguncang oleh kebijakan internal negara produsen minyak.

Pasokan energi global semakin tidak menentu setelah Uni Emirat Arab menyatakan akan keluar dari keanggotaan OPEC.

Kombinasi antara ancaman militer dan ketidakpastian produksi minyak menciptakan kekhawatiran resesi energi di tingkat global.

Blokade di Selat Hormuz merupakan titik nadir hubungan AS-Iran yang berakar pada sengketa nuklir dan sanksi ekonomi berkepanjangan.

Jalur air ini merupakan urat nadi distribusi minyak dunia yang jika terganggu akan langsung mengguncang stabilitas ekonomi banyak negara.

Hingga saat ini, Amerika Serikat terus menekan Iran dengan blokade pelabuhan untuk menghentikan pendanaan program militer Teheran.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz dan Siapkan Senjata Rahasia untuk Hadapi Blokade Amerika Serikat

Load More