- Remaja berusia 15 tahun ditangkap otoritas Paris pada 25 April 2026 karena meretas basis data identitas nasional Prancis.
- Pelaku mencoba menjual jutaan data pribadi autentik milik warga yang dicuri dari sistem Agence Nationale des Titres Sécurisés.
- Pemerintah Prancis memperingatkan warga mengenai risiko penipuan siber pasca terdeteksinya aktivitas mencurigakan di sistem mereka sejak 13 April.
Suara.com - Otoritas Prancis membuka penyelidikan terhadap seorang remaja berusia 15 tahun yang diduga meretas basis data identitas nasional dan mencoba menjual informasi pribadi jutaan warga di forum peretas.
Kantor Kejaksaan Paris menyatakan remaja tersebut ditangkap dan diperiksa pada 25 April 2026.
Pelaku diduga menggunakan nama samaran breach3d untuk menawarkan 12 hingga 18 juta baris data curian di forum hacker.
Lembaga pemerintah Prancis, Agence Nationale des Titres Securises (ANTS), mengonfirmasi data yang dijual memang autentik.
ANTS merupakan badan di bawah Kementerian Dalam Negeri yang menyimpan data identitas warga seperti kartu identitas, paspor, SIM, dan nomor kendaraan.
Menurut laporan Reuters, data yang bocor diduga mencakup nama lengkap, tanggal dan tempat lahir, alamat rumah, alamat email, hingga nomor telepon warga Prancis.
ANTS menyebut aktivitas mencurigakan di sistemnya pertama kali terdeteksi pada 13 April.
Sembilan hari setelah insiden, pemerintah mengirim peringatan kepada jutaan warga melalui email.
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi penipuan lanjutan melalui telepon maupun surel palsu.
Baca Juga: Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup
Jaksa menyatakan akses ilegal dan pencurian data milik negara dapat dijerat hukuman hingga tujuh tahun penjara serta denda 300 ribu euro.
Identitas tersangka hingga kini belum dipublikasikan karena proses hukum masih berlangsung.
Insiden ini kembali memicu perdebatan di Prancis mengenai keamanan penyimpanan seluruh data warga dalam satu sistem terpusat, terutama di tengah meningkatnya ancaman serangan siber terhadap institusi negara.
Berita Terkait
-
Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup
-
Real Madrid Kehilangan Kylian Mbappe Jelang El Clasico
-
Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?
-
Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan
-
Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy
-
Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar
-
Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman
-
Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya
-
Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah
-
May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam
-
Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah
-
Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas
-
Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban
-
Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum