News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 11:06 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa wartawan setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (27/5/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/foc]
Baca 10 detik
  • Inggris dan Prancis mengumpulkan perencana militer dari 20 negara di London pada 22 April 2026 mendatang.
  • Agenda utama pertemuan ini adalah menyusun rencana strategis untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
  • Upaya ini dilakukan pasca pembatasan navigasi oleh Iran serta menyusul gencatan senjata yang sedang berlangsung kini.

Suara.com - Inggris dan Prancis akan menggelar pertemuan yang melibatkan perencana militer dari lebih dari 20 negara pekan ini untuk menyusun strategi terkoordinasi guna membuka kembali jalur pelayaran penting Selat Hormuz.

Dilansir dari Anadolu, konferensi selama dua hari tersebut dimulai pada Rabu (22/4/2026) dan berlangsung di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris di Northwood, London Utara.

Pertemuan ini digelar untuk menerjemahkan kesepakatan diplomatik terbaru menjadi rencana militer yang konkret dan dapat dijalankan jika kondisi memungkinkan, terutama setelah adanya gencatan senjata yang masih berlangsung.

Dalam agenda pembahasan, para perencana militer akan fokus pada kemampuan operasi, sistem komando dan kendali, serta kemungkinan pengerahan pasukan ke kawasan terkait.

Sebelumnya, pada 2 Maret, Iran mengumumkan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi ekspor minyak dan gas dunia, beberapa hari setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Upaya diplomatik kemudian berlanjut, termasuk pertemuan yang difasilitasi oleh Pakistan pada 11–12 April setelah gencatan senjata 14 hari yang dimulai 8 April.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/4/2026) juga menyatakan bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu Teheran menyiapkan “proposal terpadu” setelah permintaan dari pejabat Pakistan.

Meski demikian, proses menuju putaran negosiasi lanjutan masih berlangsung di tengah ketidakpastian situasi di kawasan.

(Antara)

Baca Juga: Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz

Load More