- Inggris dan Prancis mengumpulkan perencana militer dari 20 negara di London pada 22 April 2026 mendatang.
- Agenda utama pertemuan ini adalah menyusun rencana strategis untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
- Upaya ini dilakukan pasca pembatasan navigasi oleh Iran serta menyusul gencatan senjata yang sedang berlangsung kini.
Suara.com - Inggris dan Prancis akan menggelar pertemuan yang melibatkan perencana militer dari lebih dari 20 negara pekan ini untuk menyusun strategi terkoordinasi guna membuka kembali jalur pelayaran penting Selat Hormuz.
Dilansir dari Anadolu, konferensi selama dua hari tersebut dimulai pada Rabu (22/4/2026) dan berlangsung di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris di Northwood, London Utara.
Pertemuan ini digelar untuk menerjemahkan kesepakatan diplomatik terbaru menjadi rencana militer yang konkret dan dapat dijalankan jika kondisi memungkinkan, terutama setelah adanya gencatan senjata yang masih berlangsung.
Dalam agenda pembahasan, para perencana militer akan fokus pada kemampuan operasi, sistem komando dan kendali, serta kemungkinan pengerahan pasukan ke kawasan terkait.
Sebelumnya, pada 2 Maret, Iran mengumumkan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi ekspor minyak dan gas dunia, beberapa hari setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Upaya diplomatik kemudian berlanjut, termasuk pertemuan yang difasilitasi oleh Pakistan pada 11–12 April setelah gencatan senjata 14 hari yang dimulai 8 April.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/4/2026) juga menyatakan bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu Teheran menyiapkan “proposal terpadu” setelah permintaan dari pejabat Pakistan.
Meski demikian, proses menuju putaran negosiasi lanjutan masih berlangsung di tengah ketidakpastian situasi di kawasan.
(Antara)
Baca Juga: Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
Berita Terkait
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
-
Bangkit atau Tertinggal, Chelsea Dituntut Menang Saat Hadapi Brighton
-
Debut bersama Liverpool, Freddie Woodman Tidak Menyangka Langsung di Derbi Merseyside
-
Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan
-
Breakingnews! Wapres AS OTW Pakistan, Delegasi Iran Siap Datang
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
Terkini
-
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
-
Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan
-
AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
-
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump
-
Warga vs Mata Elang Bentrok di Klender, Kantor Penagih Motor Jadi Sasaran Amuk
-
Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat
-
Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand
-
Krisis Avtur Dimulai, Maskapai Eropa Ini Batalkan 20 Ribu Penerbangan
-
Jangan Terburu-buru Pungut PPN Tol, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kaji Dampak Daya Beli