- Polda Jawa Timur memusnahkan 22,22 kilogram kokain temuan pesisir Sumenep pada 4 Mei 2026 untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti.
- Penyelidikan menduga kokain asal Kolombia tersebut masuk ke perairan Indonesia melalui celah pengawasan di sepanjang garis pantai Jawa Timur.
- Kapolda Jawa Timur mengimbau masyarakat pesisir segera melaporkan penemuan benda asing mencurigakan demi menjaga keamanan dari jaringan narkoba internasional.
Suara.com - Polda Jawa Timur memutuskan untuk segera memusnahkan narkotika jenis kokain seberat 22,22 kilogram, pada Senin (4/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti, mengingat nilai ekonomi kokain yang sangat fantastis.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menyebut barang bukti narkoba jenis kokain ini memiliki magnet yang sangat kuat di pasar gelap karena harganya yang selangit.
"Barang-barang ini mempunyai nilai yang menggiurkan. Jadi lebih baik segera dimusnahkan supaya tidak terjadi penyalahgunaan," tegas Nanang di Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/5/2026).
Kokain tersebut awalnya ditemukan terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep, Madura.
Saat pertama kali dievakuasi, berat kotornya mencapai 27 kilogram karena bercampur dengan pasir dan sampah laut.
Namun, setelah dibersihkan secara teliti, berat murni kristal putih tersebut mencapai 22,22 kilogram.
Terlacak dari Kolombia
Temuan kokain ini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Sebab selama ini, peredaran narkotika di Jawa Timur didominasi oleh sabu, ganja, dan ekstasi.
Kehadiran kokain dalam jumlah masif, kata Nanang, merupakan fenomena baru yang sangat mengkhawatirkan.
Baca Juga: Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tiba di Bareskrim, Terjerat Kasus Pencucian Uang
“Ini menandakan adanya jenis narkotika yang tidak biasa beredar di wilayah ini. Jenis ini sangat mahal dan baru kali ini kami temukan,” ungkap Nanang.
Berdasarkan hasil penyelidikan Polda Jatim dan Bareskrim Polri, kokain ini diduga kuat berasal dari jaringan kartel internasional di Kolombia yang mencoba merambah pasar baru di Indonesia.
“Kami menganalisis jaringan berdasarkan data kokain dari Kolombia. Ini menjadi indikasi adanya jalur perdagangan gelap internasional yang masuk ke perairan Indonesia,” jelas Nanang.
Menurut Nanang panjangnya garis pantai Jawa Timur yang minim pengawasan sebagai titik lemah yang dieksploitasi jaringan internasional.
Sepanjang tahun 2026 saja, Polda Jatim telah mengamankan barang bukti berupa 72,77 kg sabu, 37,9 kg ganja, serta temuan kokain langka ini.
Atas temuan tersebut, Nanang meminta warga yang bermukim di pinggir pantai untuk lebih proaktif dan waspada.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak ragu melaporkan setiap benda asing atau aktivitas mencurigakan di laut maupun bibir pantai.
“Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara