News / Internasional
Senin, 04 Mei 2026 | 16:42 WIB
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan militer Iran akan menyerang kapal asing yang mendekati wilayah Selat Hormuz secara sepihak.
  • Peringatan keras tersebut disampaikan pada Senin (4/5/2026) sebagai respons terhadap rencana operasi pengawalan kapal oleh militer Amerika Serikat.
  • Iran mewajibkan seluruh kapal dagang dan tanker minyak berkoordinasi dengan otoritas militer untuk menjamin keamanan pelayaran internasional tersebut.

Suara.com - Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz.

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan setiap kekuatan militer asing yang mencoba mendekati atau memasuki jalur strategis tersebut akan menjadi sasaran serangan.

Dalam pernyataannya pada Senin (4/5/2026), Abdollahi menegaskan keamanan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Bersenjata Iran.

Ali Abdollahi menyebut seluruh kapal yang hendak melintas harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas militer Iran.

“Kami akan menjaga dan mengelola keamanan Selat Hormuz dengan penuh kemampuan. Setiap kapal dagang dan tanker minyak harus berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran agar keselamatannya tidak terancam,” ujar Abdollahi dikutip dari Tasnim News.

ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Ia secara khusus memperingatkan militer Amerika Serikat agar tidak mencoba memasuki kawasan tersebut.

Menurut Abdollahi, setiap upaya mendekat oleh pasukan asing, terutama militer AS akan langsung menjadi target Angkatan Laut Iran.

Abdollahi memperingatkan bahwa tindakan agresif baru dari Amerika Serikat hanya akan memperburuk situasi dan mengancam keamanan pelayaran internasional di kawasan Teluk Persia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington akan membantu membebaskan kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz mulai pekan ini.

Baca Juga: Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS

Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan atas permintaan sejumlah negara yang kapalnya terjebak di jalur pelayaran vital tersebut.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) juga mengonfirmasi pihaknya akan mulai mendukung kapal-kapal niaga yang ingin melintasi Selat Hormuz secara bebas.

Ketegangan di kawasan meningkat tajam setelah Iran sebelumnya memberlakukan pembatasan ketat di Selat Hormuz menyusul konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.

Teheran kini mewajibkan kapal-kapal memperoleh izin khusus untuk melintas di jalur yang menjadi salah satu rute ekspor minyak terpenting dunia tersebut.

Load More