- Menteri Kesehatan memerintahkan audit medis terhadap perawatan dokter magang Myta Aprilia Azmy di RS K.H. Daud Arif Jambi.
- Majelis Disiplin Profesi akan menginvestigasi prosedur medis dan pemberian obat terhadap almarhumah selama masa sakitnya hingga meninggal.
- Hasil audit medis atas kasus dokter magang yang meninggal dunia tersebut diharapkan selesai dalam waktu satu pekan ke depan.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin perintahkan adanya proses audit medis terhadap perawatan yang diterima mendiang Myta Aprilia Azmy, dokter magang yang meninggal saat masih menjadi peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Budi menyampaikan, audit medis diperlukan untuk membuktikan dugaan kesalahan prosedur perawatan selama Myta sakit. Majelis Disiplin Profesi yang diminta untuk lakukan audit medis tersebut.
"Dalam proses perawatan yang bersangkutan, kita melihat ada yang perlu diperbaiki secara medis. Itu sebabnya di sini saya ajak juga Pak Sundoyo, Ketua Majelis, untuk bisa melakukan audit medis terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap almarhumah, apakah sudah benar prosedurnya," ucap Budi saat konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan temuan tim investigasi Kemenkes diketahui bahwa Myta telah sakit demam serta batuk dan pilek sejak 24 Maret 2026. Namun pada saat itu, ia hanya dilakukan perawatan mandiri dan masih berjaga di IGD.
Myta masih terus jaga malam di IGD dalam kondisi demam dan batuk hingga beberapa hari kemudian. Dari keterangan yang didapatkan Kemenkes, Myta tidak melaporkan kondisinya kepada dokter pendamping karena khawatir membebani rekan kerja dan kekurangan jam praktik internship apabila izin.
Laporan hasil investigasi Kemenkes menyebutkan bahwa Myta baru diberikan obat oleh dokter IGD pada 11 April. Pada hari itu, ia juga masih jaga pagi di IGD dengan kondisi demam, batuk, dan pilek. Myta terus minum obat pemberian dokter IGD hingga tanggal 13 April serta diberikan cairan infus. Namun, pada tanggal 15 April, gejalanya makin parah hingga menjadi sesak napas.
Menkes Budi menambahkan, salah satu tujuan audit medis dilakukan untuk memastikan obat yang diberikan kepada Myta telah sesuai standar atau belum. Budi memberikan waktu satu pekan untuk menginvestigasi itu.
"Diharapkan dalam seminggu selesai. Jadi minggu depan saya minta Konsul Kesehatan Indonesia dan Majelis Disiplin Profesi untuk kembali melakukan press conference untuk bisa menyampaikan kesimpulan hasil audit medisnya seperti apa," tuturnya.
Myta Aprilia Azmy diketahui sedang menjalani Program Internship Dokter Indonesia di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Jambi, sejak 11 Februari 2026. Ia mengalami sakit sejak pertengahan Maret 2026 dan sempat dirawat di RS tempatnya magang.
Baca Juga: Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
Lantaran kondisinya memburuk, Myra dijemput keluarganya dan dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin di Palembang untuk mendapatkan penanganan intensif. Meski sempat dirawat di unit perawatan intensif (ICU), nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
-
Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana