- Kuasa hukum Richard Lee berencana melaporkan Doktif ke Polda Metro Jaya pada 6 Mei 2026 terkait tuduhan penistaan agama.
- Doktif menuding isu sertifikat mualaf tersebut merupakan trik pengalihan perhatian publik dari kasus penipuan dan pencucian uang Richard Lee.
- Doktif menegaskan bahwa proses hukum terhadap Richard Lee terus berlanjut hingga tahap penyidikan di kepolisian wilayah Jakarta Selatan.
Suara.com - Perseteruan antara dua dokter kecantikan, Richard Lee dan Dokter Detektif alias Doktif kembali memanas.
Menanggapi rencana kubu Richard Lee yang akan melaporkannya atas dugaan penistaan agama, Doktif menyebut langkah itu tak lebih dari sekadar trik pengalihan isu untuk menutupi kasus yang jauh lebih besar.
Rencana pelaporan ini sebelumnya disampaikan oleh kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 Mei 2026. Abdul mengklaim Doktif lah yang pertama kali meragukan keislaman kliennya dan menimbulkan fitnah, sehingga sertifikat mualaf Richard Lee dicabut.
Saat ditemui sehari kabar tersebut mencuat, Doktif dengan tegas menuding bahwa seluruh drama seputar sertifikat mualaf sengaja diciptakan untuk meraih simpati publik dan melupakan pokok perkara utama yang menjerat Richard Lee.
"Ini hanyalah penggiringan opini yang dilakukan oleh DRL (Dokter Richard Lee)," kata Doktif ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 7 Mei 2026, .
"Agar apa? Agar kalian terlupakan dengan pasal 55 dan pasal TPPU yang seharusnya bisa dikenakan kepada keluarga dari DRL," sambungnya.
Menurut Doktif, isu agama ini sengaja dimainkan untuk mengaburkan fokus publik dari kasus dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang kerugiannya dia klaim mencapai ratusan miliar rupiah.
Dokter kecantikan tersebut secara spesifik menyorot peran istri Richard Lee, Reni Effendi yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.
"Rekening yang digunakan untuk menerima uang masuk itu rekening istrinya. Tetapi sampai detik ini, istrinya tidak tersentuh sedikitpun," ungkap Doktif.
Baca Juga: Doktif Kepo Urusan Salat Richard Lee, Sampai Tunggu di Musala Polda Metro
"Ini kerugian masyarakat ratusan miliar, seolah-olah dilupakan, disibukkan dengan masalah sertifikat. Gitu loh. Tersangka DRL itu sangat pandai bermanipulasi," tambah dia.
Sebut Klaim Pengacara Richard Lee Kebohongan Besar
Doktif juga secara frontal membantah pernyataan kuasa hukum Richard Lee, yang sebelumnya mengatakan kliennya tidak pernah meminta sertifikat mualaf dari Mualaf Centre Indonesia (MCI). Dia menyebut klaim tersebut sebagai sebuah kebohongan.
"Anda (Abdul) berkata bahwa saudara tersangka DRL tidak pernah meminta sertifikat mualaf? Itu kebohongan besar," tegas Doktif.
Dia lantas memberikan analogi sederhana untuk menantang logika pernyataan tersebut.
"Tidak mungkin Koh Hanny tiba-tiba memberikan sertifikat mualaf jika tidak diminta. Logikanya, kalau kalian enggak bikin SIM, mungkin enggak polisi tiba-tiba ngasih Surat Izin Mengemudi ke kalian? Logikanya dipakai," sindirnya.
Berita Terkait
-
Klarifikasi Dokter Richard Lee soal Keluar-Masuk Gereja hingga Berujung Sertifikat Mualaf Dicabut
-
Sertifikatnya Dicabut, Apakah Status Mualaf Richard Lee Gugur? Ini Penjelasan Ustaz
-
Respons Tenang Dokter Richard Lee Setelah Sertifikat Mualaf Dicabut
-
Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee Dicabut, Hanny Kristianto Ungkap Alasannya
-
Ada Kemungkinan Masa Penahanan Richard Lee Ditambah
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap