- Petugas Purwono Prasetyo mencegah kecelakaan saat mobil mogok di perlintasan JPL 350 pada 29 April 2026 siang.
- Petugas berlari sejauh 200 meter mengibarkan bendera merah untuk menghentikan lokomotif semen yang akan melintas segera.
- Kereta berhasil berhenti tepat waktu sehingga warga dapat mengevakuasi mobil dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Suara.com - Rabu siang, 29 April 2026, jarum jam menunjukkan pukul 12.45 WIB. Di perlintasan sebidang JPL 350, suasana yang semula rutin mendadak berubah menjadi horor.
Sirene peringatan sudah meraung panjang, menandakan raksasa besi segera melintas. Namun, tepat di tengah rel, sebuah mobil putih mendadak mati total.
Situasi kian mencekam saat pengemudi mobil, seorang ibu, terjebak dalam kepanikan luar biasa. Alih-alih berusaha menghidupkan mesin, ia justru keluar dari kendaraan dalam kondisi histeris.
"Pintunya dibuka, teriak-teriak minta tolong, mobilnya ditinggal di perlintasan," kenang Purwono Prasetyo, sang Petugas Penjaga Perlintasan (PJL), saat ditemui pada Jumat (8/5/2026).
Melihat maut di depan mata, pria kelahiran 1992 ini tak punya waktu untuk bimbang. Begitu palang pintu terkunci, Prasetyo langsung menyambar bendera merah—Semboyan 3—dan melakukan aksi nekat.
Ia berlari sekencang mungkin menyongsong arah datangnya lokomotif semen dari Stasiun Lempuyangan.
Hanya ada satu misi di kepalanya: menghentikan laju kereta sebelum tabrakan maut terjadi.
"Saya lari untuk mengamankan kereta api sambil membawa semboyan 3 bendera merah sambil lari sekitar kurang lebih 200 meter," ungkap Prasetyo menceritakan perjuangannya melawan waktu.
Berkat respons cepat dan napas yang terengah-engah sejauh 200 meter itu, sebuah kecelakaan besar berhasil digagalkan. Prasetyo membuktikan bahwa di balik seragam PJL, ada keberanian yang menyelamatkan banyak nyawa.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi
Fokus Pada Keselamatan
Prasetyo mengakui bahwa meski sempat merasa panik, pikirannya saat itu hanya terfokus pada prosedur keselamatan yang selama ini ia pelajari yakni mengamankan perjalanan kereta api.
"Waktu pembinaan kalau ada mobil mogok atau ada kendaraan mogok di perlintasan, utamakan perjalanan kereta api aman," paparnya.
Ia mengaku sempat merasa panik, namun baginya, tugas pokok seorang penjaga perlintasan adalah memastikan jalur kereta api bersih dari hambatan, apa pun risikonya.
Tanpa pikir panjang Prasetyo memilih berlari di tengah rel demi memastikan masinis melihat sinyal darurat yang ia kibarkan.
Sembari berlari di antara balok-balok rel, Prasetyo mengibarkan bendera merah sebagai tanda darurat kepada masinis. Beruntung, kereta yang melintas saat itu merupakan lokomotif semen.
Berita Terkait
-
Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik
-
Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover
-
Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda