- Rahmat Haryanto, Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) berusia 36 tahun, rutin menyusuri rel sejauh 13,6 km setiap sore.
- Tugasnya adalah memeriksa kondisi rel, bantalan, dan bangunan sekitar di petak Lempuyangan-Maguwo demi keselamatan penumpang.
- Selama 13 tahun bertugas, Rahmat pernah mencegah upaya bunuh diri dan mengalami kejadian mistis di jalur sepi.
Suara.com - Bagi banyak orang, sore hari pada saat Ramadan adalah waktu untuk bersantai atau mencari takjil sembari menunggu azan Magrib. Namun bagi Rahmat Haryanto, saat itu merupakan waktu untuk bertaruh fisik menyusuri rel sejauh 13,6 kilometer.
Ada banyak yang menganggap itu sebagai beban berat, apalagi dilakukan saat menahan lapar dan dahaga. Tapi, tidak bagi pria 36 tahun itu, rutinitas berjalan belasan kilometer itu adalah amanah yang harus dituntaskan. Demi keselamatan ribuan nyawa penumpang kereta api.
Sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), Rahmat adalah mata dan telinga perusahaan di sepanjang rel yang membentang dari Stasiun Lempuyangan hingga Stasiun Maguwo.
"13 tahun saya di pemeriksaan. Tetap kuat (puasa). Tetap kuat," ujar Rahmat ditemui di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Selasa (24/2/2026).
Melangkah di Antara Besi dan Bantalan
Tugas harian Rahmat bukan duduk di meja dengan pendingin ruangan yang selalu menyala. Melainkan berjalan menyusuri rel dengan berbagai kondisi cuaca setiap hari.
Bapak tiga anak ini bertugas untuk memastikan setiap komponen jalan rel dalam kondisi prima tanpa ada hambatan yang membahayakan. Pekerjaannya meliputi pemeriksaan mendalam pada setiap bagian yang ia lalui sepanjang petak yang sudah ditentukan.
"Pemeriksaan saya itu meliputi jalan rel, bantalan, balas, terus bangunan yang ada di sekitar jalur dan itu wajib tidak ada di area dekat dengan jalur," ungkapnya.
Setiap sore, Rahmat berjalan kaki pergi dan pulang di petak Lempuyangan-Maguwo untuk memastikan keamanan lintasan sebelum kereta-kereta melesat melaluinya.
Baca Juga: Puasa Bikin GERD Kambuh? Dokter Penyelamat Deddy Corbuzier Ungkap Faktanya
Dalam seminggu, ia hanya mendapatkan waktu istirahat satu hari saja.
"Untuk petak ini Lempuyangan-Maguwo itu sepanjang 6,8 km untuk sekali jalan dan pemeriksaan saya pulang pergi itu berarti sekitar 13,6 km," tuturnya.
Ibadah di Tengah Terik dan Lelah
Bulan Ramadan memberikan tantangan tersendiri bagi Rahmat. Jika pada hari biasa warga asli Yogyakarta itu bisa beristirahat di tengah jalur sambil melepas dahaga.
Kini ketika ramadan, ia harus menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh yang sedang berpuasa. Tugas yang diberikannya itu tidak membuat Rahmat lesu.
Ia tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab tanpa menjadikannya alasan puasa untuk bermalas-malasan.
Berita Terkait
-
Puasa Bikin GERD Kambuh? Dokter Penyelamat Deddy Corbuzier Ungkap Faktanya
-
Kisah Spiritual Frederic Kanoute Mesin Gol Sevilla: Mualaf dan Jadi Penyelamat Masjid
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Cara Mengubah Jadwal Tiket Kereta Api dengan Mudah dan Cepat, Ini Syaratnya
-
Tegaskan MBG Tidak Dibagikan Saat Sahur, Ini Jadwal Penyaluran Selama Ramadan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi