- PT KAI mengidentifikasi 1.089 perlintasan liar berbahaya dari total 3.888 titik di sepanjang jalur rel Jawa dan Sumatra.
- Direktur Utama KAI menegaskan penutupan perlintasan ilegal dilakukan bersama pemerintah demi menjamin keselamatan perjalanan serta seluruh pengguna jalan.
- KAI telah menutup 2.220 perlintasan liar dan membangun 564 infrastruktur pendukung selama satu dekade untuk meminimalisir risiko kecelakaan kereta.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan fakta krusial mengenai keberadaan ribuan titik bahaya yang masih mengintai masyarakat di sepanjang jalur rel Jawa dan Sumatra.
Tercatat sebanyak 1.089 perlintasan liar masih beroperasi secara ilegal dan menjadi risiko besar bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa setiap titik perlintasan yang tidak memenuhi standar keamanan memiliki konsekuensi keselamatan yang fatal.
“Setiap titik perlintasan memiliki konsekuensi keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penutupan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Perusahaan transportasi pelat merah ini terus berupaya memastikan setiap interaksi antara jalur kereta dan aktivitas warga berada dalam kondisi yang sesuai dengan regulasi.
“Setiap perlintasan harus berada dalam kondisi yang memenuhi standar keselamatan agar perlindungan bagi masyarakat dan perjalanan kereta api dapat terjaga,” tambah Bobby.
Berdasarkan data terbaru hingga April 2026, total perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai wilayah operasional mencapai 3.888 titik.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pengelolaan risiko pada seribuan perlintasan liar memerlukan atensi kolektif dari berbagai pemangku kepentingan.
“Data ini menunjukkan bahwa ruang perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola secara konsisten. Penutupan perlintasan liar menjadi bagian dari penataan agar interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan dapat berlangsung lebih aman,” jelas Anne.
Baca Juga: Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
Langkah nyata pengendalian risiko ini telah dibuktikan dengan penutupan 2.220 perlintasan liar dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Pemerintah bersama KAI juga telah memitigasi 564 titik rawan melalui pembangunan infrastruktur berupa flyover dan underpass agar tidak ada lagi persinggungan sebidang.
Selain pembenahan fisik, edukasi mengenai budaya disiplin berlalu lintas menjadi instrumen penting untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan.
Faktor teknis yang sering kali diabaikan publik adalah karakteristik kereta api yang tidak dapat melakukan pengereman mendadak saat terjadi keadaan darurat.
“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting. Ketika kebiasaan ini dilakukan secara bersama, keselamatan dapat terjaga dengan lebih baik,” tegas Anne.
Upaya sterilisasi jalur dari perlintasan ilegal diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif bahwa ketertiban di perlintasan adalah bagian dari perlindungan nyawa manusia.
“Menjaga kondisi perlintasan tetap tertib menjadi hal yang penting. Setiap risiko yang muncul di perlintasan dapat berdampak luas bagi pengguna jalan, keluarga, dan lingkungan di sekitarnya,” tutup Anne.
Berita Terkait
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Sampaikan Duka Mendalam, Equalizer Group Beri Dukungan untuk Korban KRL Bekasi
-
Palang Darurat Sudah Dipasang, KAI Ancam Tutup Perlintasan Bekasi Timur Jika Tak Dijaga
-
Pasca Kecelakaan, Perlintasan Dekat Stasiun Bekasi Timur Dipasangi Palang Pintu
-
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong Wanita Dipindah: Saya Sadar Kurang Tepat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Daftar Tersangka dan Pihak yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan
-
Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol
-
Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti
-
iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang