- Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran berada di ujung tanduk karena menolak proposal balasan Teheran.
- Iran menuntut penghentian perang, pencabutan sanksi ekonomi, serta jaminan keamanan wilayah sebagai syarat damai kepada pihak Amerika.
- Konflik yang terus memanas ini mengancam stabilitas pelayaran di Selat Hormuz dan memicu ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi di ujung tanduk, setelah menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran.
Pernyataan keras Trump memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu itu akan kembali memanas.
Trump secara terbuka mengecam respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington.
Donald Trump bahkan menyebut proposal perdamaian, balasan dari Teheran sebagai sampah.
“Ini (kesepakatan damai) berada di titik paling lemah setelah saya membaca sampah yang mereka kirimkan kepada kami,” kata Trump seperti dilansir dari Al Jazeera.
“Saya bahkan tidak menyelesaikan membacanya. Gencatan senjata ini hidup segan mati tak mau,” lanjutnya.
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat meski kedua pihak masih membuka jalur negosiasi.
Proposal terbaru Amerika Serikat sebelumnya ditujukan untuk membuka kembali pembicaraan damai dan menghentikan eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.
Namun Iran merespons dengan sejumlah tuntutan.
Baca Juga: 3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
Teheran meminta penghentian perang di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon yang saat ini masih dilanda pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Selain itu, Iran juga menuntut kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi ekonomi, penghentian blokade laut Amerika Serikat, serta jaminan tidak akan ada serangan lanjutan terhadap wilayahnya.
Iran juga menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Konflik yang terus berlangsung membuat aktivitas pelayaran di kawasan itu terganggu dan memicu ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membela proposal negaranya dan menegaskan tuntutan Teheran bersifat wajar.
“Satu-satunya hal yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” ujar Baghaei.
Baghaei juga menegaskan bahwa Iran meminta penghentian perang, pencabutan blokade Amerika Serikat, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan akibat tekanan Washington.
“Lintasan aman di Selat Hormuz dan pembentukan keamanan di kawasan serta Lebanon adalah bagian dari tawaran yang bertanggung jawab dan murah hati dari Iran,” katanya.
Berita Terkait
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
-
Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
-
Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta