- Pemerintah China mendesak negara ASEAN mempercepat penyusunan kode etik di Laut China Selatan demi menjaga stabilitas kawasan.
- Penyusunan kode etik yang telah dibahas sejak 2002 bertujuan mengelola perbedaan serta meningkatkan kerja sama antarnegara terkait.
- Filipina membentuk ASEAN Maritime Center di sela KTT guna mendukung mekanisme penanganan isu kelautan dan kebebasan navigasi.
Suara.com - China mendesak negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia untuk melawan gangguan dalam proses penyusunan kode etik Laut China Selatan yang selama ini menjadi wilayah sengketa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan pembentukan kode etik merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas kawasan.
“Penyusunan kode etik di Laut China Selatan adalah langkah penting dalam implementasi Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan,” kata Guo dalam konferensi pers di Beijing, Senin (11/5/2026) seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Menurut Guo, dokumen tersebut akan membantu China dan negara-negara ASEAN mengelola perbedaan, meningkatkan kerja sama, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan.
China dan ASEAN sendiri telah mendiskusikan deklarasi tersebut sejak 2002.
Beijing mengklaim konsultasi terkait teks akhir dokumen kini masih terus berlangsung secara intensif.
Pernyataan China muncul setelah para pemimpin ASEAN dalam pertemuan puncak di Filipina pekan lalu kembali menegaskan pentingnya kode etik Laut China Selatan yang mengikat secara hukum dan sesuai hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS.
Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Filipina juga mengumumkan pembentukan ASEAN Maritime Center yang akan berbasis di negara tersebut.
Pusat maritim itu disebut akan mendukung mekanisme ASEAN dalam menangani isu-isu kelautan kawasan.
Baca Juga: Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., mengaku situasi di Laut China Selatan kini semakin sulit diprediksi.
“Situasi di Laut China Selatan menjadi semakin sulit dibaca,” ujar Marcos usai memimpin KTT ASEAN di Cebu.
Meski demikian, Marcos menegaskan pembentukan pusat maritim ASEAN bukan untuk menghadapi negara tertentu.
Menurutnya, tujuan utama organisasi itu adalah menjaga kebebasan navigasi dan pelayaran damai di Laut China Selatan.
Marcos juga menyinggung dampak besar penutupan Selat Hormuz terhadap perdagangan global.
Marcos memperingatkan konsekuensi yang jauh lebih besar bisa terjadi jika gangguan serupa terjadi di Laut China Selatan.
“Jika hal seperti itu terjadi di Laut China Selatan, konsekuensinya akan sangat mengkhawatirkan bahkan untuk dibayangkan,” katanya.
Laut China Selatan menjadi salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia. Kawasan tersebut juga menjadi titik sengketa utama antara China dan beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia.
Berita Terkait
-
Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946
-
Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya
-
Bursa Efek Indonesia Punya Calon Direksi Baru, Nama Bos Mandiri Sekuritas Jadi Sorotan
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
18 Bank di Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia 2026, Siapa Paling Unggul?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka
-
Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!