News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 15:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam amanat upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). [BPMI Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya Indonesia berdiri sendiri untuk mencapai kemakmuran nasional dalam upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
  • Presiden mendorong transformasi ekonomi berbasis Pancasila untuk memastikan kekayaan alam dikelola demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
  • Strategi pemerintah meliputi hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, dan perbaikan tata kelola demi kedaulatan bangsa.

Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter dan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, ekonomi Indonesia harus berlandaskan rancang bangun atau cetak biru yang dibuat oleh para pendiri bangsa, sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Terakhir, Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia yang berlandaskan Pancasila adalah ekonomi yang berkeadilan sosial.

"Inilah tujuan dari seluruh perjuangan kita. Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Berdasarkan hal-hal tersebut, Prabowo ingin melakukan transformasi. Melalui transformasi ekonomi, Prabowo menekankan bahwa ke depan Indonesia tidak hanya berbicara mengenai pembangunan. Prabowo ingin menjalankan strategi transformasi bangsa yang menjadi haluan dan sejalan dengan Pancasila.

"Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri," tutur Prabowo.

Load More