- Andreas Hugo Pareira menanggapi santai keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Lahir Pancasila.
- Hubungan personal dan politik kedua tokoh tersebut telah terjalin lama sejak Pemilu 2009 hingga dukungan Megawati bagi Prabowo.
- PDIP berharap pertemuan strategis tersebut mampu membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa serta memperkuat persatuan dan ideologi negara.
Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, menanggapi santai momen keakraban yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Menurutnya, hubungan baik antara kedua tokoh bangsa tersebut bukanlah hal baru.
Andreas menilai kedekatan yang terlihat di hadapan publik itu sebagai sesuatu yang wajar. Ia mengingatkan bahwa Megawati dan Prabowo memiliki sejarah panjang dalam hubungan personal maupun politik.
"Biasa saja. Dari dulu juga Bu Mega dan Pak Prabowo secara pribadi saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik," ujar Andreas kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Andreas kemudian mengenang kembali momen-momen sejarah yang mengikat kedua tokoh tersebut.
Salah satunya adalah saat Prabowo secara terbuka mengakui peran Megawati dalam perjalanan hidupnya saat berpidato di Sidang DPR beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Andreas juga menyinggung kebersamaan keduanya saat maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2009 silam.
"Kan Pak Prabowo juga secara terbuka di Sidang DPR beberapa waktu yang lalu menyampaikan bagaimana dalam momen-momen perjalanan hidupnya beliau didukung oleh Ibu Megawati. Bahkan mereka berdua pernah maju menjadi pasangan Capres-Cawapres 2009," lanjutnya.
Lebih lanjut, legislator PDIP ini menekankan bahwa hubungan harmonis antar-pemimpin bangsa merupakan hal yang positif.
Baca Juga: Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
Namun, ia menggarisbawahi bahwa keakraban tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Keakraban antara pemimpin tentu baik, tetapi tentu keakraban tersebut juga diharapkan membawa kebaikan untuk rakyat, bangsa, dan negara," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi momentum membahas berbagai isu strategis terkait arah masa depan bangsa dan negara.
Hasto menyampaikan harapan tersebut usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
"Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan," kata Hasto.
Menurut dia, hubungan Prabowo dan Megawati selama ini terjalin baik serta dilandasi komitmen yang sama untuk menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029