- Diplomat senior Dino Patti Djalal mengkritik frekuensi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.
- Dino menyoroti tingginya biaya operasional perjalanan dinas di tengah kondisi ekonomi domestik.
- Kritik tersebut memicu tanggapan pemerintah mengenai efisiensi jumlah rombongan.
Suara.com - Dino Patti Djalal mengkritik kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. Hal ini membuat sosoknya turut menjadi sorotan.
Lantas seperti apa rekam jejak Dino Patti Djalal?
Profil Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal merupakan salah satu diplomat senior Indonesia yang paling dikenal di era modern. Lahir pada 10 September 1965 di Belgrade, Yugoslavia (sekarang Serbia), Dino tumbuh dalam keluarga diplomat.
Ayahnya, Hasjim Djalal, adalah diplomat terkemuka Indonesia. Pengalaman hidup di berbagai negara sejak kecil — seperti Jakarta, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, dan Vancouver — membentuk perspektif globalnya yang kuat.
Ia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Dino meraih gelar Bachelor of Arts in Political Science dari Carleton University (Kanada), Master of Arts in Political Science dari Simon Fraser University (Kanada), dan Ph.D. in International Relations dari London School of Economics and Political Science (Inggris).
Latar belakang akademik yang solid ini menjadi modal utama karirnya sebagai diplomat profesional.
Dino memulai karir di Kementerian Luar Negeri Indonesia pada tahun 1987. Ia pernah bertugas di berbagai pos: London (1992-1997), Dili (1999), dan Washington DC (2000-2002).
Pada masa krisis Timor Timur, ia menjadi juru bicara pemerintah Indonesia di PBB, yang menarik perhatian publik. Kemudian, ia menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara.
Baca Juga: Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan
Puncak karirnya terjadi pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dari 2004 hingga 2010, Dino menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Juru Bicara Presiden, dan Advisor Kebijakan Luar Negeri.
Pada 2010, ia diangkat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat hingga 2013. Selama masa tugasnya, hubungan bilateral Indonesia-AS ditingkatkan menjadi Comprehensive Partnership.
Pada 2014, ia sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri selama beberapa bulan di akhir pemerintahan SBY.
Setelah itu, Dino keluar dari pemerintahan dan mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada 2015, organisasi masyarakat sipil terbesar di Indo-Pasifik yang fokus pada partisipasi publik dalam diplomasi.
Sosoknya juga aktif sebagai penulis buku laris, pembicara publik, dan pengamat kebijakan luar negeri.
Kritik Dino Patti Djalal terhadap Kunker Prabowo ke Luar Negeri
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?
-
Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional
-
Dugaan Gratifikasi, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Diduga Terima Pajero dan Mercy