News / Nasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 16:06 WIB
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat. Anggota DPR minta agar program MBG difokuskan di dalam negeri. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Anggota DPR RI Irma Suryani mengkritik rencana Badan Gizi Nasional memperluas Program Makan Bergizi Gratis ke Jeddah, Arab Saudi.
  • Pemerintah diminta memprioritaskan penyelesaian cakupan program bagi anak sekolah di dalam negeri sebelum merambah ke luar negeri.
  • Asosiasi pengusaha menilai ekspansi ke luar negeri prematur karena pelaksanaan program di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala operasional.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, memberikan catatan kritis terkait rencana Badan Gizi Nasional yang akan memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke siswa Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.

Irma meminta pemerintah untuk tetap fokus menyelesaikan pekerjaan rumah di dalam negeri sebelum merambah ke luar negeri.

Menurutnya, saat ini prioritas utama seharusnya diberikan kepada anak-anak sekolah di tanah air yang masih banyak belum tersentuh oleh program tersebut.

"Menurut hemat saya, kita urus dulu yang di dalam negeri. Masih banyak anak sekolah di dalam negeri yang belum mendapatkan jatah MBG," ujar Irma kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Politisi Partai NasDem ini menekankan bahwa pemerintah perlu membuktikan terlebih dahulu efektivitas program MBG di tingkat nasional.

Fokus utama harus diarahkan pada peningkatan imunitas, kenaikan tingkat IQ anak, serta penurunan angka stunting melalui distribusi gizi yang tepat di setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).

"Fokus dulu lah urus yang di dalam negeri agar fungsi MBG dapat dibuktikan betul-betul meningkatkan imunitas dan IQ anak, juga menurunkan tingkat kelahiran anak stunting dengan fokus pada nilai gizi yang didistribusikan di setiap SPPG," tegasnya.

Terkait alasan hak bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau BMI di luar negeri, Irma tidak menampik bahwa mereka juga memiliki hak yang sama.

Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kemampuan fiskal negara serta tantangan dalam hal pengawasan.

Baca Juga: Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus

"Jika bicara hak, maka anak-anak BMI di seluruh dunia juga berhak mendapatkan program yang sama. Namun, lihat juga kemampuan fiskal negara untuk bisa melaksanakan itu, belum lagi nanti kontrolnya di tiap negara yang minta juga," kata dia.

Lebih lanjut, Irma juga menyentil skala prioritas jika pemerintah memang berniat melakukan ekspansi ke luar negeri.

Menurutnya, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia jauh lebih mendesak untuk diperhatikan ketimbang di Arab Saudi.

"Nggak usah jauh-jauh ke Saudi, anak-anak BMI di Malaysia jauh lebih banyak dan butuh perhatian," pungkasnya.

Sebelumnya, rencana pemerintah memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke Arab Saudi menuai catatan kritis dari Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).

Asosiasi menilai pemerintah sebaiknya lebih dulu menuntaskan berbagai persoalan pelaksanaan MBG di dalam negeri sebelum membawa program unggulan tersebut ke luar negeri.

Load More