- DPP Relawan PROBO mendesak Kejagung mengusut tuntas pihak yang terlibat dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis di Jakarta.
- Kejagung telah menetapkan mantan Kepala dan dua mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sebagai tersangka kasus korupsi.
- Para tersangka diduga melakukan penggelembungan harga pengadaan proyek yang menyebabkan kerugian keuangan negara pada tahun anggaran 2025-2026.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan PROBO (Pro Prabowo) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus ini menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan menjadi perhatian serius bagi pendukung program pemerintah.
Ketua Umum DPP Relawan PROBO, M. Rizky Hidayatullah, menegaskan bahwa tindakan hukum yang tegas sangat diperlukan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini tidak dirusak oleh kepentingan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kami meminta Kejagung RI untuk menelusuri lebih jauh oknum-oknum lain yang terlibat dalam semua dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Dadan Cs," ujar Rizky dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).
Ia kemudian menyoroti pengelolaan BGN di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana. Menurutnya, persoalan tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama terkait isu monopoli dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
"Termasuk dugaan monopoli titik dapur MBG yang dikuasai oleh sejumlah yayasan yang patut diduga milik antek-antek Dadan Cs. Cari sampai ke akar-akarnya," tegasnya.
Kendati demikian, DPP Relawan PROBO memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas respons cepat mereka dalam menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan ketidakberesan di internal BGN.
Rizky menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang diambil Kejagung demi menjaga integritas program nasional tersebut.
"Kami mendukung langkah tegas Kejagung dalam penegakan hukum, khususnya di bidang penindakan korupsi. Agar keadilan dan legitimasi hukum tegak setegak-tegaknya, tak pandang bulu," tuturnya.
Baca Juga: BGN Tak Akan Bangun Dapur MBG Baru di Wilayah 3T, Nanik: Pakai Kantin Sekolah
Selain mengawal proses hukum, Rizky juga mengimbau masyarakat untuk tetap optimistis terhadap keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis nasional. Ia mengajak publik untuk turut serta melakukan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
"Relawan PROBO akan senantiasa tegak lurus mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami siap menjadi garda terdepan demi kelancaran semua program strategis yang beliau canangkan," pungkasnya.
Untuk diketahui, penyidikan kasus dugaan korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak ke arah yang semakin terang.
Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia secara resmi menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), beserta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung (LP) dan Sony Sonjaya (SS), sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa ketiga mantan petinggi tersebut diduga kuat melakukan penggelembungan harga (mark up) secara masif dalam berbagai proyek pengadaan barang dan jasa, mulai dari kendaraan operasional hingga atribut personal pegawai.
"Mark up harga pengadaan itu menyebabkan pemborosan dan merugikan keuangan negara yang sama sekali tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG di lapangan," tegas Syarief Sulaeman Nahdi di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan hasil ekspose perkara tim penyidik Jampidsus, praktik penggelembungan harga tersebut diduga terjadi pada sejumlah pos proyek pengadaan berskala besar.
Syarief membeberkan bahwa ketiga tersangka memanfaatkan otoritas jabatan mereka saat itu untuk mengintervensi secara langsung para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di internal BGN.
Berita Terkait
-
BGN Tak Akan Bangun Dapur MBG Baru di Wilayah 3T, Nanik: Pakai Kantin Sekolah
-
Naik Jabatan, Kepala BGN Nanik S Dayeng Fokus Efisiensi Anggaran MBG
-
BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG
-
Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs
-
Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre
-
Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat
-
Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera
-
Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka
-
Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar
-
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
-
Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak
-
Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?
-
Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu