News / Metropolitan
Minggu, 07 Juni 2026 | 12:32 WIB
Satpol PP beserta TNI dan Polri melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di kota Kisaran. [dok Diskominfo Sumut]
Baca 10 detik
  • Pemprov Sumut mengerahkan personel gabungan Satpol PP, TNI, Polri, dan BNN untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Asahan.
  • Patroli gabungan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, menyasar lokasi hiburan malam guna melakukan pendataan dan tes urine.
  • Pemeriksaan menunjukkan seluruh hasil tes urine negatif, namun pemerintah tetap mengimbau masyarakat waspada terhadap bahaya narkoba dan judi online.

Suara.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan BNN untuk melakukan patroli di sejumlah wilayah yang menjadi pintu masuk peredaran narkoba serta kawasan rawan kenakalan remaja.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.

Salah satu daerah yang menjadi sasaran patroli gabungan tersebut adalah Kabupaten Asahan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Moettaqien Hasrimi mengatakan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 150 kasus narkoba di wilayah tersebut.

Secara geografis, Sumatera Utara memiliki posisi yang sangat strategis dengan garis pantai yang panjang. Namun, kondisi tersebut juga menyimpan kerentanan karena kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba sebagai jalur masuk penyelundupan.

“Berdasarkan angka di lapangan menunjukan urgensi yang tidak bisa kita tunda,” kata Moettaqien saat memimpin apel pasukan Patroli Gabungan di Lapangan Apel Kantor Bupati Asahan, Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Karena itu, Pemprov Sumut bersama instansi terkait menggelar patroli gabungan yang menyasar sejumlah lokasi, terutama tempat-tempat hiburan malam di Kabupaten Asahan.

Di setiap lokasi yang dikunjungi, personel gabungan melakukan pendataan sekaligus tes urine terhadap para pengunjung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif dan tidak ditemukan pengunjung yang positif menggunakan narkoba.

Selain peredaran narkoba, Moettaqien juga mengingatkan bahwa judi online menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius.

Menurutnya, remaja yang kecanduan judi online berpotensi terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba hingga melakukan tindak kriminal demi memperoleh uang.

“Keamanan dan keselamatan generasi muda kita saat ini dipertaruhkan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan pengawasan terhadap anak-anak remaja menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sosial dan masa depan generasi muda.

“Pada seluruh masyarakat lebih peduli pada lingkungan sekitar dan anak anak remaja kita adalah tanggungjawab kita bersama,” kata Moettaqien.

Load More