News / Internasional
Senin, 08 Juni 2026 | 11:05 WIB
Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]
Baca 10 detik
  • Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan telah menyerang target militer di Palestina pada 7 Juni 2026.
  • Serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk hak bela diri akibat pelanggaran gencatan senjata dan agresi berkelanjutan.
  • Iran menuding Amerika Serikat bertanggung jawab atas ketegangan regional dan mengancam akan memberikan balasan yang keras.

Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di wilayah utara Palestina yang diduduki pada Minggu malam, 7 Juni 2026.

Serangan tersebut disebut sebagai bentuk pelaksanaan hak bela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Langkah ini diambil setelah Iran menilai terjadi pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata yang disepakati pada 8 April 2026.

Dalam pernyataannya, Iran juga menuding adanya agresi berkelanjutan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon dan wilayahnya.

Selain itu, Iran menyoroti keterlibatan militer Amerika Serikat dalam serangan terhadap kapal dan berbagai sasaran Iran selama dua pekan terakhir.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah. [Istimewa]

“Kami menegaskan tekad kuat bangsa Iran untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun diperlukan,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran di Jakarta seperti diterima Suara.com

Iran juga menilai Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata tersebut.

Hal ini termasuk konsekuensi dari meningkatnya ketegangan di kawasan yang terus memanas.

Baca Juga: Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal

Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa setiap tindakan provokatif akan dibalas dengan respons keras.

Bahkan, disebutkan bahwa respons tersebut bisa bersifat “tegas, menyeluruh, dan menghancurkan.”

Pernyataan ini menambah kekhawatiran atas potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Situasi keamanan regional diperkirakan masih akan terus bergejolak dalam waktu dekat.

Load More