- Masduki dari PSAD UII mendesak Presiden Prabowo segera memulihkan krisis kepercayaan publik guna menghindari potensi ketidakstabilan nasional.
- Presiden disarankan melakukan reformasi struktural tim ekonomi serta meninjau ulang kebijakan strategis seperti program Makan Bergizi Gratis.
- Prabowo perlu menunjukkan kepemimpinan independen dan memberantas korupsi untuk mengembalikan keyakinan investor serta masyarakat terhadap pemerintah.
Suara.com - Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu segera mengambil langkah konkret untuk mencegah potensi krisis besar di tengah tekanan ekonomi dan menurunnya kepercayaan publik.
Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini bukan sekadar persoalan pelemahan rupiah, melainkan juga menyangkut krisis kepercayaan terhadap pemerintah.
Jika tidak ditangani dengan baik, maka wacana '98 jilid 2' bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.
Ditegaskan Masduki, pemerintah perlu bergerak cepat membangun kembali kepercayaan publik agar kondisi ekonomi dan politik tidak semakin memburuk. Ia menyebut kepercayaan masyarakat dan investor menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas nasional.
"Tentu dia (Prabowo) harus melakukan aksi yang bisa membangun trust publik. Kuncinya kan di kepercayaan," kata Masduki kepada Suara.com, Senin (8/6/2026).
Masduki mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan Prabowo adalah melakukan reformasi struktural terhadap tim ekonomi pemerintah. Ia menilai evaluasi terhadap jajaran ekonomi penting untuk memulihkan keyakinan publik terhadap arah kebijakan pemerintah.
"Dia harus pertama-tama melakukan reformasi tim ekonomi. Jadi menteri keuangan harus diganti, kemudian gubernur BI, wakil gubernur BI yang kebetulan juga ponakannya harus diganti," ujarnya.
Selain itu, Masduki meminta pemerintah meninjau ulang sejumlah program yang belakangan menuai sorotan publik, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah.
"Harus meninjau ulang program makan bergizi gratis," imbuhnya.
Baca Juga: Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
Menurut Masduki, persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi dan pelemahan rupiah, tetapi juga krisis kepercayaan dari investor asing maupun masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Prabowo.
"Banyak analis yang saya sepakat bahwa ini sebenarnya tidak hanya krisis rupiah, krisis ekonomi, tapi lebih penting krisis kepercayaan dari investor asing, dari masyarakat Indonesia sendiri terhadap Prabowo," ucapnya.
Lebih jauh, ia menyoroti relasi politik Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dinilai masih memengaruhi persepsi publik. Menurutnya, Prabowo perlu menunjukkan kepemimpinan yang lebih independen untuk mengurangi polarisasi politik yang masih berlangsung.
"Prabowo harus menghentikan upayanya untuk atau keadaan yang terus di bawah bayang-bayang Jokowi dan dia bekerja sendiri secara kredibel," ujarnya.
Ia mendorong pemerintah untuk fokus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi secara konsisten agar kepercayaan publik dapat kembali pulih.
"Dia bekerja sendiri secara kredibel dengan meninjau kembali kepengurusan, memberantas korupsi dan konsisten menunjukkan upaya-upaya pembenahan sektor ekonomi sehingga rupiah bisa turun kembali atas dasar munculnya lagi kepercayaan publik nasional dan internasional," tandasnya.
Berita Terkait
-
Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
-
Mungkinkah Prabowo Dua Periode Lewat Politik Gentong Babi?
-
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
-
Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel
-
Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?
-
Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar
-
Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
-
Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran
-
Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan
-
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar
-
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
-
AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo
-
Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel