Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi dasar penting untuk memperkuat kualitas pengelolaan keuangan daerah.
Pramono menilai, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap perlu menjalankan sejumlah langkah perbaikan dan penguatan.
“Berdasarkan hasil audit atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025, BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Pramono dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6/2026).
Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan pengembangan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan.
Pengembangan tersebut menjadi tindak lanjut implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Pertama, pengembangan lanjutan atas Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan,” ujar Pramono.
Kedua, Pemprov DKI Jakarta akan membenahi penatausahaan aset daerah melalui penertiban pencatatan dan penyempurnaan Sistem Informasi Aset Daerah.
Ketiga, Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat sistem pengendalian internal melalui pengawasan melekat kepala Perangkat Daerah dan pendampingan oleh Inspektorat.
Baca Juga: Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
Keempat, Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Selain memaparkan hasil audit BPK RI, Pramono juga menyampaikan posisi neraca daerah per 31 Desember 2025. Aset Pemprov DKI Jakarta tercatat sebesar Rp758,57 triliun, kewajiban Rp17,97 triliun, dan ekuitas Rp740,60 triliun.
Sementara itu, arus kas bersih periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,39 triliun. Arus kas tersebut terdiri atas aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, dan aktivitas transitoris.
Pramono berharap, pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat berjalan baik bersama DPRD DKI Jakarta.
Dengan begitu, pengelolaan keuangan daerah semakin kuat. Mendukung Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, serta menyejahterakan warga.
“Kami berharap Ranperda ini dapat dibahas bersama DPRD DKI Jakarta untuk selanjutnya memperoleh persetujuan dan ditetapkan menjadi peraturan daerah,” pungkas Pramono. ***
Berita Terkait
-
Transjabodetabek Tak Mungkin Bertahan di Tarif Rp 3.500
-
Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500
-
Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Kronologi Suami Guru di Tanjungbalai Cabuli Anak Yatim Piatu, Korban Dibujuk Main HP
-
Femas Yani Arianto, WNI yang Kabur dari Rombongan Wisata di Korsel Diduga Overstay
-
Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta
-
Danantara Asset Management Siap Bawa Eks BRI MI Jadi Perusahaan Investasi Berdaya Saing
-
Usut Emas 74 Kg di Sentul, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru TPPU Febrie Adriansyah
-
Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi
-
Bongkar Korupsi Petral Hingga Akar, JAMPER Layangkan 4 Tuntutan Tegas ke Kejagung
-
Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET
-
Terjebak Pregnancy Beauty Standard: Saat Tubuh Ibu Hamil Dijadikan Komoditas Estetika
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih