- Jakarta menempati peringkat keempat kota berudara terkotor dunia dengan indeks kualitas udara 163 pada Sabtu, 6 Juni 2026.
- Konsentrasi polutan PM2.5 di Jakarta melampaui batas aman WHO akibat emisi kendaraan dan faktor penyebab polusi lainnya.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan transportasi publik dan memberikan insentif layanan gratis untuk menekan emisi kendaraan pribadi.
Suara.com - Jakarta kembali mencatatkan namanya dalam daftar kelam kota-kota dengan udara terkotor di dunia, menduduki peringkat keempat berdasarkan data IQAir per Sabtu (6/6/2026) dengan indeks kualitas udara (AQI) 163, masuk kategori “Tidak Sehat.”
Angka itu menempatkan Jakarta di bawah Delhi, India (AQI 179), Dhaka, Bangladesh (AQI 173), dan Lahore, Pakistan (AQI 164), namun masih lebih buruk dari Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (AQI 158).
Polutan utama yang menjadi biang kerok buruknya kualitas udara Ibu Kota adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 72 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi ini memicu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum demi menekan emisi kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di kota ini.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan krisis udara tidak bisa ditanggung pemerintah sendirian.
“Upaya mengatasi kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tuturnya, mengutip laman resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem transportasi publik yang mencakup MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, hingga Transjabodetabek agar warga memiliki alternatif mobilitas yang mudah, nyaman, dan terjangkau.
Hingga 2026, Transjakarta telah mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik, sementara layanan JakLingko ditopang sekitar 2.968 armada Mikrotrans yang menjangkau sudut-sudut permukiman warga.
“Ini bagian dari target elektrifikasi penuh armada Transjakarta pada 2030,” ujar Pramono.
Baca Juga: Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?
Selain memperluas rute Transjabodetabek, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggratiskan layanan MRT, LRT, dan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat sebagai insentif agar lebih banyak warga mau meninggalkan kendaraan pribadinya.
IQAir sendiri merekomendasikan warga Jakarta untuk menghindari olahraga di luar ruangan, menutup jendela, mengenakan masker saat beraktivitas di luar, serta menyalakan penyaring udara di dalam rumah selama kualitas udara masih berada di level berbahaya ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
Terkini
-
Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional
-
KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang
-
Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%
-
Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan