- Aparat menangkap buronan narkotika internasional Angelo Pandeli di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 7 Juni 2026.
- Angelo Pandeli merupakan anggota penting geng motor Hells Angels yang terlibat dalam penyelundupan narkotika berskala besar internasional.
- Polri menyita identitas palsu dan alat komunikasi dari tersangka untuk membongkar jaringan kejahatan terorganisasi yang lebih luas.
Suara.com - Penangkapan buronan internasional asal Australia, Angelo Pandeli, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, membuka tabir mengenai sepak terjang sosok yang selama ini diburu aparat lintas negara.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap Angelo bukan sekadar buronan kasus narkotika internasional. Ia juga disebut sebagai salah satu anggota penting geng motor terlarang Hells Angels yang memiliki pengaruh besar dalam jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara.
“Angelo Pandeli adalah tokoh Tindak Pidana Terorganisasi Lintas Negara yang sangat berpengaruh dan anggota penting dari Geng Sepeda Motor Terlarang ‘Hells Angels’,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Jumat (12/6/2026).
Hells Angels dikenal sebagai salah satu geng motor outlaw terbesar di dunia.
Organisasi yang berdiri di California, Amerika Serikat, pada 1948 itu selama bertahun-tahun kerap dikaitkan dengan berbagai aktivitas kejahatan terorganisasi oleh aparat penegak hukum internasional.
Menurut Eko, Angelo masuk dalam daftar buronan Interpol Blue Notice dan diduga terlibat dalam sejumlah kasus impor narkotika skala besar ke Australia.
“Angelo Pandeli terakhir terlihat pada 09 Oktober 2025 di Manly, Australia dengan tindakan yang konsisten untuk menghindari penegak hukum,” katanya.
Sebelum ditangkap di Bali, aparat Australia mendapatkan informasi bahwa Angelo berupaya melarikan diri ke Kamboja atau Vietnam menggunakan paspor yang diduga diperoleh secara tidak sah.
Berdasarkan informasi intelijen internasional, Angelo disebut memiliki peran penting dalam pengendalian pengiriman prekursor narkotika ke Australia. Ia juga diduga terlibat dalam sejumlah penyelundupan narkotika berskala besar yang melibatkan jaringan lintas negara.
Baca Juga: Demo Mahasiswa: 5 Rute Transjakarta Berhenti dan MRT Tutup Sejumlah Akses Stasiun
Jejak pelariannya berakhir di Bali. Angelo ditangkap dalam operasi gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Imigrasi, dan Bea Cukai pada Minggu (7/6/2026).
Penangkapan dilakukan setelah aparat menerima informasi dari Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA) mengenai keberadaan Angelo yang diduga hendak kabur menggunakan jet pribadi CAPA JET bernomor penerbangan N917CJ dari Denpasar menuju Maputo, Mozambik.
Operasi tersebut dipimpin Kasubdit IV Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen bersama tim gabungan Bareskrim Polri dan Imigrasi Ngurah Rai.
Saat diperiksa, Angelo diketahui menggunakan identitas palsu atas nama George Anderson Mota Correia yang tercatat sebagai warga negara Brasil.
Namun hasil pengecekan melalui jaringan kerja sama internasional menunjukkan identitasnya memiliki kecocokan 100 persen dengan data Interpol.
Petugas kemudian menemukan Angelo bersembunyi di dalam toilet pesawat saat proses pemeriksaan berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim