- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan penyesuaian harga Pertamax dilakukan karena mengikuti fluktuasi harga minyak dunia yang meningkat.
- Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tetap stabil tanpa mengalami penyesuaian harga bagi masyarakat.
- Harga Pertamax di Indonesia dipastikan tetap jauh lebih murah dibandingkan produk BBM setara di berbagai negara lain.
Suara.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Melalui penjelasan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, ada tiga poin yang disampaikan Teddy terkait kenaikan harga Pertamax.
Pertama, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi.
"Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," kata Teddy.
Sementara itu, BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, tidak mengalami penyesuaian harga. Harga BBM bersubsidi tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.
Kedua, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi karena harga minyak dunia mengalami kenaikan drastis sejak Maret.
"Tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," kata Teddy.
Ketiga, Teddy menyampaikan harga Pertamax tetap lebih murah dibandingkan BBM RON 92/95 di negara lain meskipun mengalami kenaikan.
"Walaupun naik, Harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," kata Teddy.
Baca Juga: Aksi di Jantung Ibu Kota, Mahasiswa Desak Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat
Sebagai perbandingan, Teddy menyampaikan sejumlah harga BBM di negara lain berdasarkan data yang bersumber dari Petrol Price, GasWatch, dan Global Petrol Prices per 11 Juni 2026.
Indonesia: Rp16.260
Filipina: Rp22.158
Laos: Rp31.945
Thailand: Rp28.910
Myanmar: Rp25.085
Berita Terkait
-
Aksi di Jantung Ibu Kota, Mahasiswa Desak Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?