- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, menegaskan bahwa ide dan kualitas kepemimpinan lebih penting daripada kekuatan logistik partai.
- Partai Gelora mengadakan Bimtek Nasional II bagi 73 anggota legislatif pada Sabtu (13/6/2026) di Jakarta Pusat.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas legislasi anggota dan mengonsolidasikan kekuatan partai untuk menghadapi Pemilu tahun 2029 mendatang.
Suara.com - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menekankan bahwa kekuatan utama sebuah partai politik seharusnya terletak pada ide, narasi, dan kualitas kepemimpinan, bukan semata-mata pada kekuatan logistik atau uang.
Hal tersebut disampaikan Anis Matta di sela-sela agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional II Anggota Legislatif Partai Gelora yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai tantangan logistik sebagai partai pendatang baru, Anis mengakui bahwa urusan pendanaan memang menjadi persoalan besar.
Namun, ia optimis bahwa aspek ide dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul jauh lebih krusial.
"Sebagai partai baru, Partai Gelora pasti menghadapi persoalan besar dalam logistik. Tapi kita punya keyakinan bahwa apabila kita punya ide dan punya orang yang hebat, yang punya bakat sebagai leader, saya yakin insyaallah isu logistik ini akan mengikuti," ujar Anis.
Menurutnya, Partai Gelora didirikan dengan niat menjadi mesin perubahan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, struktur partai harus diperkuat terlebih dahulu melalui kapasitas kepemimpinan para kadernya.
Anis juga menaruh harapan besar kepada para anggota legislatif Partai Gelora yang saat ini menjabat.
Ia menyebut mereka sebagai "generasi pertama" yang akan menentukan arah masa depan partai.
"Ini adalah para anggota legislatif yang merupakan generasi pertama dari Partai Gelora yang masuk ke parlemen. Mudah-mudahan generasi pertama ini menjadi fondasi atau sumber kekuatan baru bagi Partai Gelora untuk memenangkan Pemilu 2029 yang akan datang," tegasnya.
Baca Juga: Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
Kegiatan Bimtek Nasional II ini diikuti oleh 73 anggota legislatif Partai Gelora dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan anggota DPRD Provinsi dari Papua.
Anis menjelaskan bahwa acara yang berlangsung hingga Senin mendatang ini merupakan program reguler DPP Partai Gelora.
Ada dua tujuan utama dari penyelenggaraan Bimtek ini. Pertama, untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para wakil rakyat dari Partai Gelora agar lebih maksimal dalam menjalankan tugas legislasi. Kedua, sebagai sarana konsolidasi internal partai.
Berita Terkait
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Gelombang Dubes Baru di Istana, Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Negara Sahabat
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema