News / Nasional
Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi bayi yang merasa tidak nyaman dengan keadaan matanya karena sceen time (Freepik/rawpixel.com)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengimbau orang tua menerapkan aturan tanpa paparan gawai bagi anak bawah dua tahun.
  • Penggunaan gawai berlebihan pada usia dini berisiko memicu gangguan tumbuh kembang, kemampuan berkomunikasi, hingga munculnya penyakit metabolik anak.
  • IDAI menyarankan orang tua meningkatkan aktivitas fisik dan interaksi sosial anak guna mendukung proses perkembangan yang lebih optimal.

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan orang tua agar tidak memberikan paparan layar atau gawai kepada anak berusia di bawah dua tahun. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang yang dapat muncul sejak usia dini.

Ketua Umum PP IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan anak usia di bawah dua tahun sebaiknya menerapkan prinsip zero screen time atau tanpa paparan layar sama sekali.

"Kami mengimbau agar anak di bawah 2 tahun harusnya zero screen time," kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu.

Menurutnya, penggunaan gawai sejak usia dini berpotensi mengganggu berbagai aspek perkembangan anak, terutama kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Selain mengurangi aktivitas fisik, paparan layar yang berlebihan juga dapat memengaruhi proses belajar anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Piprim mengungkapkan bahwa tren penggunaan gawai pada anak usia dini turut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai masalah perkembangan.

"Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism," ujarnya.

Ia menilai masih banyak orang tua yang menjadikan gawai sebagai cara praktis untuk membuat anak tetap tenang saat mereka beraktivitas. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat berdampak buruk apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa pengawasan.

"Orang tua seringkali senang anaknya anteng melihat gadget agar mereka bisa asyik sendiri dengan media sosial, padahal itu bisa menyebabkan gangguan perkembangan serius," katanya.

Selain persoalan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit yang berkaitan dengan pola hidup modern pada anak. Beberapa di antaranya adalah obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 yang kini mulai ditemukan pada usia yang lebih muda.

Baca Juga: Terpopuler: 4 HP AMOLED RAM Besar Harga Pelajar, HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik

Menurut Piprim, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebiasaan makan yang kurang sehat dan minimnya aktivitas fisik akibat terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar.

Karena itu, IDAI mengimbau orang tua untuk menerapkan pembatasan penggunaan gawai sesuai usia anak, sekaligus mendorong mereka lebih aktif bergerak, bermain, dan berinteraksi langsung dengan keluarga maupun lingkungan sekitar demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Load More