- Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengimbau orang tua menerapkan aturan tanpa paparan gawai bagi anak bawah dua tahun.
- Penggunaan gawai berlebihan pada usia dini berisiko memicu gangguan tumbuh kembang, kemampuan berkomunikasi, hingga munculnya penyakit metabolik anak.
- IDAI menyarankan orang tua meningkatkan aktivitas fisik dan interaksi sosial anak guna mendukung proses perkembangan yang lebih optimal.
Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan orang tua agar tidak memberikan paparan layar atau gawai kepada anak berusia di bawah dua tahun. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang yang dapat muncul sejak usia dini.
Ketua Umum PP IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan anak usia di bawah dua tahun sebaiknya menerapkan prinsip zero screen time atau tanpa paparan layar sama sekali.
"Kami mengimbau agar anak di bawah 2 tahun harusnya zero screen time," kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu.
Menurutnya, penggunaan gawai sejak usia dini berpotensi mengganggu berbagai aspek perkembangan anak, terutama kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Selain mengurangi aktivitas fisik, paparan layar yang berlebihan juga dapat memengaruhi proses belajar anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Piprim mengungkapkan bahwa tren penggunaan gawai pada anak usia dini turut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai masalah perkembangan.
"Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism," ujarnya.
Ia menilai masih banyak orang tua yang menjadikan gawai sebagai cara praktis untuk membuat anak tetap tenang saat mereka beraktivitas. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat berdampak buruk apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa pengawasan.
"Orang tua seringkali senang anaknya anteng melihat gadget agar mereka bisa asyik sendiri dengan media sosial, padahal itu bisa menyebabkan gangguan perkembangan serius," katanya.
Selain persoalan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit yang berkaitan dengan pola hidup modern pada anak. Beberapa di antaranya adalah obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 yang kini mulai ditemukan pada usia yang lebih muda.
Baca Juga: Terpopuler: 4 HP AMOLED RAM Besar Harga Pelajar, HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik
Menurut Piprim, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebiasaan makan yang kurang sehat dan minimnya aktivitas fisik akibat terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar.
Karena itu, IDAI mengimbau orang tua untuk menerapkan pembatasan penggunaan gawai sesuai usia anak, sekaligus mendorong mereka lebih aktif bergerak, bermain, dan berinteraksi langsung dengan keluarga maupun lingkungan sekitar demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Berita Terkait
-
Terpopuler: 4 HP AMOLED RAM Besar Harga Pelajar, HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik
-
Terpopuler: 4 HP POCO Andal buat Gaming, 5 Tablet Chipset Snapdragon Termurah Juni 2026
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Ajang Ini Jadi Surga Pecinta Gadget, Pengunjung Bisa Jajal HP dan Laptop Terbaru
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123