- Pemerintah Iran memandang Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak tunggal dalam kesepakatan perdamaian untuk menghentikan konflik di Lebanon.
- Menlu Iran menyatakan perang tidak akan berakhir selama pasukan Israel belum menarik diri dari wilayah pendudukan di Lebanon.
- AS dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan perdamaian resmi pada 19 Juni di Swiss setelah melalui proses perundingan yang intensif.
Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa Israel dianggap sebagai bagian yang terikat dalam kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat, khususnya terkait penghentian konflik di Lebanon. Sikap tersebut disampaikan di tengah proses finalisasi memorandum perdamaian yang disebut akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dari sudut pandang Teheran, Amerika Serikat dan Israel berada pada satu pihak dalam kesepakatan tersebut, sementara Iran dan Hizbullah berada di pihak lainnya.
"Saya ingin menekankan poin penting: Dari perspektif kami, satu pihak dalam memorandum ini adalah Amerika Serikat dan Israel, pada pihak lain yaitu Iran dan Hizbullah," kata Araghchi dalam pertemuan bersama perwakilan misi diplomatik asing, Selasa.
Menurut Araghchi, penghentian permusuhan di Lebanon merupakan syarat penting untuk mengakhiri konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menegaskan perang belum dapat dianggap selesai selama pasukan Israel masih berada di wilayah yang didudukinya di Lebanon.
"Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka jajah selama perang saat ini, perang tak dapat dianggap berakhir sepenuhnya," ucap dia.
Ia juga memperingatkan bahwa setiap serangan Israel ke Lebanon akan dipandang sebagai pelanggaran terhadap memorandum perdamaian yang sedang disiapkan. Iran menyatakan penghentian konflik di Lebanon menjadi bagian integral dari implementasi kesepakatan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Dalam pernyataan di platform Truth Social, Trump menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS sebagai bagian dari langkah yang akan segera dijalankan, meski tanpa merinci mekanisme pelaksanaannya.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif. Upacara penandatanganan resmi disebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Swiss.
Baca Juga: Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
Namun, sejumlah detail kesepakatan masih belum dipublikasikan secara resmi dan terdapat perbedaan penafsiran terkait keterlibatan Israel dalam implementasinya. Pemerintah Israel sendiri dilaporkan tetap bersikeras mempertahankan kehadiran militernya di Lebanon dengan alasan keamanan.
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Taruna Akpol Asal Papua Meninggal Jelang Latihan Integrasi, Ditemukan Luka Sebelum Tewas
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
4 Micellar Water Green Tea Solusi Lawan Pemicu Jerawat pada Kulit Berminyak
-
Dari Fashion hingga Kuliner, Begini Wajah Baru Brand Lokal Indonesia
-
Pramono Bakal Minta Pakuwon Lepas Pagar di Kota Kasablanka dan Blok M Plaza
-
BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih
-
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah