News / Nasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:46 WIB
Rumah warga di Kabupaten Sigi rusak dampak dari gempa magnitudo 6'7 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan merusak 787 unit rumah warga.
  • Bencana tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta menyebabkan 55 warga lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
  • Pemerintah Kabupaten Sigi telah menyalurkan bantuan darurat serta mempercepat proses pendataan kerusakan bangunan di 17 desa terdampak.

Suara.com - Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Sigi mencatat sebanyak 787 rumah mengalami kerusakan, sementara satu warga meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Henri Kusuma mengatakan hingga Selasa (16/6/2026) malam, sedikitnya 17 desa di lima kecamatan terdampak cukup parah akibat gempa tersebut.

"Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi," kata Henri di Sigi.

Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 707 rumah mengalami rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. BPBD mencatat total warga terdampak mencapai 912 kepala keluarga dengan 1.412 jiwa.

"Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo," sebutnya.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae didampingi Wabup Samuel Yansen Pongi memimpin rapat darurat bersama kepala-kepala OPD teknis terkait untuk membahas penanganan lokasi terdampak bencana di Palolo dan Nokilalaki, Sigi, Sulteng, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-BPBD Sigi

Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memastikan penanganan bagi masyarakat terdampak, khususnya di Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, dilakukan secara optimal.

"Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi," ucap Rizal.

Ia juga memerintahkan BPBD, kepala desa, dan camat untuk segera menyelesaikan pendataan kerusakan rumah.

Baca Juga: Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

"Kami memerintahkan BPBD, kades dan camat untuk bersinergi dalam menyelesaikan data kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam," ujarnya.

Selain pendataan, pemerintah daerah mulai menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.

"Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo," kata Rizal.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa pukul 10.27 WIB.

BMKG mengonfirmasi episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa tersebut dirasakan kuat di sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan di Kabupaten Sigi. (Antara)

Load More