- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merespons gempa magnitudo 6,7 di Palu, Selasa (16/6), dengan mengaktifkan langkah tanggap darurat segera.
- Gubernur menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memberikan layanan medis, memenuhi kebutuhan logistik dasar, serta menyiapkan tenda pengungsian.
- Tim gabungan melakukan asesmen keamanan bangunan dan berkoordinasi untuk memastikan penanganan bencana terpadu bagi warga terdampak gempa.
Suara.com - Respons cepat dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah setelah gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Pemerintah langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat untuk memastikan penanganan korban dan keselamatan warga di wilayah terdampak.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat dalam penanganan situasi darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Selasa.
Instruksi tersebut menyasar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tenaga medis, serta unsur penanggulangan bencana agar segera turun ke lapangan melakukan penanganan terpadu.
Dalam langkah lanjutan, pemerintah daerah juga mengerahkan tenaga kesehatan ke sejumlah titik terdampak untuk menangani warga yang mengalami luka akibat gempa. Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan diminta meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien maupun kebutuhan layanan darurat.
Untuk mengantisipasi dampak gempa susulan, rumah sakit juga diminta menyiapkan tenda-tenda pelayanan darurat di area terbuka. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan pasien, tenaga medis, serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di tengah potensi risiko bangunan.
Selain sektor kesehatan, pemerintah juga mulai menyiapkan lokasi pengungsian di berbagai titik aman. OPD terkait bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah diarahkan memastikan tempat pengungsian layak dan dapat segera digunakan warga yang membutuhkan perlindungan sementara.
Gubernur menegaskan bahwa kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat berlangsung, termasuk distribusi logistik dan layanan dasar lainnya.
Di sisi lain, pemerintah juga memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang terdampak maupun yang berpotensi mengalami kerusakan. Tim teknis akan melakukan asesmen untuk memastikan keamanan sebelum bangunan kembali digunakan masyarakat.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
“Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi akan menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.”
Saat ini, BPBD Sulawesi Tengah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat penanganan bencana secara terpadu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan informasi resmi secara berkala. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang rusak, dan segera melapor jika menemukan kondisi darurat di lapangan.
Berita Terkait
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Dampak Gempa Palu Magnitudo 6,7: Bangunan dan Rumah Wilayah Sulawesi Rusak
-
Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Viral Aksi Heroik Nenek Lindungi Cucu Saat Gempa Dahsyat di Filipina
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?
-
1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape