News / Nasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 13:47 WIB
Penampakan salah satu rumah warga yang rusak pasca Gempa Bumi M6,7 di Palu, Sulawesi Tengah [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merespons gempa magnitudo 6,7 di Palu, Selasa (16/6), dengan mengaktifkan langkah tanggap darurat segera.
  • Gubernur menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memberikan layanan medis, memenuhi kebutuhan logistik dasar, serta menyiapkan tenda pengungsian.
  • Tim gabungan melakukan asesmen keamanan bangunan dan berkoordinasi untuk memastikan penanganan bencana terpadu bagi warga terdampak gempa.

Suara.com - Respons cepat dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah setelah gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Pemerintah langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat untuk memastikan penanganan korban dan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat dalam penanganan situasi darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Selasa.

Instruksi tersebut menyasar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tenaga medis, serta unsur penanggulangan bencana agar segera turun ke lapangan melakukan penanganan terpadu.

Dalam langkah lanjutan, pemerintah daerah juga mengerahkan tenaga kesehatan ke sejumlah titik terdampak untuk menangani warga yang mengalami luka akibat gempa. Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan diminta meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien maupun kebutuhan layanan darurat.

Untuk mengantisipasi dampak gempa susulan, rumah sakit juga diminta menyiapkan tenda-tenda pelayanan darurat di area terbuka. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan pasien, tenaga medis, serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di tengah potensi risiko bangunan.

Selain sektor kesehatan, pemerintah juga mulai menyiapkan lokasi pengungsian di berbagai titik aman. OPD terkait bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah diarahkan memastikan tempat pengungsian layak dan dapat segera digunakan warga yang membutuhkan perlindungan sementara.

Gubernur menegaskan bahwa kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat berlangsung, termasuk distribusi logistik dan layanan dasar lainnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang terdampak maupun yang berpotensi mengalami kerusakan. Tim teknis akan melakukan asesmen untuk memastikan keamanan sebelum bangunan kembali digunakan masyarakat.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak

“Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi akan menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.”

Saat ini, BPBD Sulawesi Tengah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan untuk mempercepat penanganan bencana secara terpadu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan informasi resmi secara berkala. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang rusak, dan segera melapor jika menemukan kondisi darurat di lapangan.

Load More