- Pemerintah membongkar 109 tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said untuk memperlebar jalur pedestrian sepanjang 3,8 kilometer.
- Proyek penataan ini mengintegrasikan jalur sepeda, perbaikan drainase, serta fasilitas pendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas yang lebih aman.
- Seluruh pembangunan infrastruktur trotoar di kawasan tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum perayaan HUT Jakarta ke-499 pada Juni 2026.
"Ya semoga nanti dibanyakin pohonnya saja sih," kata Hadi, pejalan kaki lain yang sependapat bahwa di beberapa titik trotoar masih terasa cukup panas.
Ikon Baru, Semangat Lama
Bila dilihat dari atas jembatan penyeberangan, skala transformasi ini baru benar-benar terasa. Jalur sepeda hijau tampak rapi memanjang di sisi jalan, dipisahkan dari lajur utama oleh marka putih.
Bus listrik melaju di jalur khusus Transjakarta yang terpisah, sementara deretan motor memadati lajur tengah. Struktur MRT berlapis-lapis di sisi jalan memperlihatkan kompleksitas infrastruktur modern Jakarta, yang kini berbagi ruang secara lebih tertata dengan semua pengguna jalan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI, Siti Dinarwenny, menegaskan fokus utama pembangunan adalah fungsionalitas dan kemudahan akses bagi pejalan kaki.
"Jalur pedestrian secara bertahap mulai tertata, tidak hanya lebih aman tetapi juga lebih estetis. Di bawah jalur pejalan kaki, jaringan utilitas telah ditanam di bawah tanah, sehingga wajah kota menjadi lebih tertata tanpa kabel udara," ujarnya.
Seluruh penataan ditargetkan rampung sebelum HUT Jakarta ke-499 pada 22 Juni 2026.
"Targetnya adalah 22 Juni, saya akan resmikan," tutur Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Tanggal itu bukan sekadar angka, Jakarta berdiri di ambang lima abad. Dan di sepanjang 3,8 kilometer trotoar yang kini bisa dilalui tanpa adu sabar, dengan pohon-pohon muda yang masih mencari akar, kota ini sedang membuktikan bahwa berbenah bukan soal menghapus masa lalu, melainkan melangkah maju dari atasnya.
Baca Juga: Tiket Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni, Cek Ketentuannya di Sini!
Berita Terkait
-
Jakarta Fair Edisi Ke-57 Resmi Digelar di Kemayoran
-
Ketika Jakarta Berbenah Menjadi Kota yang Lebih Ramah Manusia di HUT Ke-499
-
Pramono Anung Berharap Shin Tae-yong Beri Kado Juara di HUT ke-500 Jakarta
-
Tiket Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni, Cek Ketentuannya di Sini!
-
FJGS 2026 Kembali Ramaikan HUT Jakarta, Saatnya Warga Berburu Promo dan Nikmati Festival Kota
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono