- Fraksi PKB memetakan isu krusial revisi UU Pemilu terkait ambang batas, daerah pemilihan, serta sistem pemilu serentak.
- Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid menyatakan partainya masih melakukan kajian mendalam sebelum menentukan sikap resmi mengenai revisi tersebut.
- PKB mendorong pemberantasan politik uang dalam revisi UU Pemilu guna meningkatkan integritas dan transparansi seluruh proses demokrasi Indonesia.
Suara.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memetakan sejumlah isu krusial yang akan menjadi fokus dalam revisi Undang-Undang (UU) Pemilu.
Mulai dari ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), ambang batas parlemen (parliamentary threshold), penataan daerah pemilihan (dapil), hingga upaya memberantas politik uang disebut masuk dalam daftar pembahasan.
Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mengatakan partainya masih melakukan kajian mendalam sebelum mengambil sikap resmi terkait revisi UU Pemilu yang hingga kini belum mulai dibahas di Komisi II DPR RI.
Menurut Jazilul, revisi UU Pemilu bukan perkara sederhana karena menyangkut banyak aspek yang harus diselaraskan dalam satu sistem demokrasi.
"Kami akan mengambil sikap terkait beberapa hal krusial, mulai dari presidential threshold, parliamentary threshold, penataan daerah pemilihan (dapil), hingga teknis pemilu serentak," ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
PKB juga menyatakan tidak mempermasalahkan apabila RUU Pemilu nantinya diajukan sebagai usul inisiatif pemerintah.
Menurut Jazilul, skema tersebut justru dapat mempercepat proses sinkronisasi pembahasan melalui Daftar Inventaris Masalah (DIM).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kecepatan pembahasan bukan tujuan utama. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan hasil revisi benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat dan prinsip demokrasi.
"Ada baiknya dari pemerintah untuk mempercepat, namun cepat atau lambat itu bukan substansi. Substansinya adalah produknya betul-betul menyerap aspirasi dan sesuai kaidah demokratis," jelasnya.
Baca Juga: Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar
Selain soal sistem pemilu, Jazilul menilai persoalan politik uang harus menjadi perhatian serius dalam revisi mendatang.
Ia menyoroti praktik money politics yang dinilai masih menjadi persoalan laten dalam setiap kontestasi politik di Indonesia.
Karena itu, PKB mendorong lahirnya formulasi baru yang dapat memperkuat transparansi dan integritas pemilu, baik melalui penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu maupun pemanfaatan teknologi.
"Masukan masyarakat sangat diperlukan, misalnya apakah penguatan ada di Bawaslu, KPU, atau modelnya dengan pemilihan elektronik (e-voting). Masih ada waktu untuk mencari masukan terbaik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG
-
Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional
-
'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni