News / Nasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB
Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • OJK menetapkan tujuh direksi baru Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030 melalui proses seleksi ketat fit and proper test.
  • Jajaran direksi terpilih melakukan koordinasi dengan pimpinan DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026.
  • Pengesahan direksi baru dijadwalkan melalui RUPS pada 29 Juni guna melanjutkan reformasi integritas dan pengembangan pasar modal.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Mereka pun langsung menemui pimpinan DPR RI untuk berkoordinasi.

Pertemuan koordinasi dengan pimpinan DPR RI ini dilakukan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa terpilihnya tujuh direktur tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang sangat ketat melalui fit and proper test.

"OJK telah memilih tujuh Direktur BEI dari empat paket yang mengajukan diri. Ada 28 orang yang sudah dilakukan fit and proper test dan alhamdulillah sudah terpilih tujuh orang terbaik untuk masing-masing bidang," ujar Friderica dalam konferensi pers usai pertemuan.

Ia menekankan bahwa pengurus baru ini memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan reformasi integritas di pasar modal.

Ia berharap BEI di bawah kepemimpinan baru dapat menjadi "rumah yang baik" bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari investor hingga emiten.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berserta Pimpinan DPR RI yang lain menerima kunjungan jajaran Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta jajaran Direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026) sore.

"Kami meminta mereka berkomitmen mengedepankan tata kelola dan integritas. Tujuannya agar pasar modal Indonesia semakin maju, berkembang, dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI terpilih, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapannya untuk membawa bursa Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Ia melaporkan bahwa jajaran direksi baru akan segera disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada akhir Juni mendatang.

Baca Juga: Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

"Kami Direksi BEI periode 2026-2030 akan disahkan dalam RUPS tanggal 29 Juni nanti. Kami berkomitmen melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah berjalan intensif empat bulan terakhir ini," kata Jeffrey.

Jeffrey menggarisbawahi tiga pilar utama yang akan menjadi fokus kerjanya, yakni peningkatan transparansi, penguatan integritas, dan pendalaman pasar, baik dari sisi demand maupun supply.

"Target kami adalah mewujudkan potensi Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia dalam waktu segera," pungkasnya.

Load More