News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:44 WIB
Menpora Erick Thohir serta Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia sepak bola John Herdman. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melaksanakan agenda kenegaraan di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, pada Jumat, 19 Juni 2026.
  • Presiden bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga serta pelatih timnas guna membahas persiapan matang sepak bola nasional.
  • Pemerintah mendukung kegiatan nonton bareng Piala Dunia untuk mendorong perputaran ekonomi dan antusiasme masyarakat Indonesia.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menjalankan agenda kerjanya dari kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (19/6/2026). Meski tidak berkantor di Istana, aktivitas Presiden tetap berlangsung seperti biasa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut aktivitas tersebut sebagai bentuk work from home (WFH), yang kali ini ia selorohkan sebagai Work From Hambalang.

"Kebetulan ini hari Jumat dan kebijakan tentang WFH belum dicabut, jadi Bapak Presiden berkegiatan di rumah. WFH, H-nya bisa diganti Hambalang," ujar Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, kediaman Prabowo di Hambalang, Jumat.

Menurut Prasetyo, sejak pagi Presiden telah menerima sejumlah tamu. Salah satu agenda utama pada sore hari adalah menggelar pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman.

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah untuk mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi kompetisi internasional setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia tahun ini.

"Tadinya kita berharap Timnas kita bisa lolos tahun ini, namun sementara masih belum. Oleh karena itu, persiapan ke depan harus jauh lebih matang, termasuk menghadapi event-event seperti FIFA Series tahun depan," kata Prasetyo.

Ia mengatakan, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembenahan sepak bola nasional, mulai dari peningkatan kualitas pemain hingga perbaikan iklim kompetisi di dalam negeri.

Salah satu topik yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah proses naturalisasi dua pemain yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari DPR RI.

"Dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Umum PSSI, beliau ingin memperbaiki iklim kompetisi kita untuk menghasilkan tim nasional yang tangguh. Tujuannya satu, mewujudkan mimpi seluruh rakyat agar Timnas Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia," ujarnya.

Baca Juga: PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

Selain membahas pengembangan sepak bola nasional, Presiden juga memantau antusiasme masyarakat terhadap gelaran Piala Dunia yang telah berlangsung selama sepekan.

Prasetyo menilai maraknya kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar pemerintah daerah maupun sektor swasta turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

"Nobar-nobar ini sesuatu yang sangat positif. Kami berharap ini menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat. Sambil menikmati pertandingan, mari kita terus berdoa dan menumbuhkan keyakinan bahwa suatu saat nanti Timnas Indonesia akan berdiri di panggung dunia," pungkasnya.

Load More