News / Metropolitan
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB
Rano Karno memberikan sambutan dalam Bung Karno Festival 2026 yang digelar di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Faqih Fathurrahman)
Baca 10 detik
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Bung Karno Festival 2026 di Taman Proklamasi pada Sabtu, 20 Juni 2026.
  • Kegiatan tersebut bertujuan mengajak generasi muda agar terus merawat ingatan sejarah serta menghidupkan nilai-nilai kebudayaan bangsa Indonesia.
  • Rano menegaskan pembangunan Jakarta harus menyeimbangkan kemajuan fisik dengan penguatan karakter bangsa serta solidaritas antar sesama anak bangsa.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak generasi muda, khususnya di Jakarta, untuk terus merawat ingatan sejarah dan menghidupkan nilai-nilai kebudayaan bangsa di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Ajakan tersebut disampaikan Rano saat membuka Bung Karno Festival 2026 di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno itu dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta sejumlah tokoh dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rano yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Bung Karno Festival menegaskan bahwa menghormati Bung Karno bukan sekadar mengenang sosok proklamator, tetapi juga meneruskan cita-cita perjuangannya.

"Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya, menghidupkan Pancasila dalam tindakan, dan menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung," kata Rano.

Rano menuturkan, Bulan Juni memiliki makna historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Selain diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, bulan ini juga menjadi momen mengenang wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni.

Menurutnya, Jakarta memiliki posisi istimewa sebagai kota tempat Proklamasi Kemerdekaan sekaligus miniatur Indonesia. Karena itu, pembangunan ibu kota tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan teknologi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan karakter serta kesadaran sejarah.

"Tugas kita bukan hanya membangun Jakarta yang tinggi gedungnya, tetapi juga luhur budinya dan luhung jiwanya. Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah," ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan saat ini, Rano juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik maupun pilihan hidup.

Baca Juga: Pramono Anung Berharap Shin Tae-yong Beri Kado Juara di HUT ke-500 Jakarta

"Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, berbeda jalan, tetapi kita tidak boleh kehilangan solidaritas sebagai sesama anak bangsa," tegasnya.

Melalui Bung Karno Festival 2026, Rano berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat terus menanamkan semangat kebangsaan, menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, serta melestarikan kebudayaan sebagai identitas bangsa Indonesia.

Load More