News / Nasional
Senin, 22 Juni 2026 | 07:46 WIB
Ilustrasi hujan lebat. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di Indonesia pada Senin, 22 Juni 2026 mendatang.
  • Aktivitas Siklon Tropis Mekkhala di Samudera Pasifik dan sirkulasi siklonik di Selat Makassar memicu peningkatan awan hujan masif.
  • Fenomena dinamika atmosfer tersebut berpotensi menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat di berbagai wilayah besar di Indonesia.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di berbagai penjuru tanah air untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, terdapat indikasi kuat pertumbuhan awan hujan dengan intensitas beragam di beberapa wilayah Indonesia, yang dipicu oleh aktivitas Siklon Tropis Mekkhala serta kemunculan sirkulasi siklonik.

Melalui laporan prakiraan cuaca harian yang disampaikan dari Jakarta pada Senin (22/6/2026), BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Mekkhala yang tengah aktif di Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah timur Filipina.

Sistem badai tropis ini tercatat memiliki tekanan udara minimum di kisaran 970 hektopaskal, dengan embusan angin maksimum yang mencapai 70 knot, serta bergerak secara konstan ke arah barat hingga barat laut.

“Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Pasifik timur Filipina serta di sekitar sirkulasi tersebut,” papar Prakirawan BMKG, Selly Brilian, dikutip pada Senin (22/6/2026).

Selain pergerakan siklon di utara Indonesia, BMKG juga memetakan adanya pola sirkulasi siklonik yang terbentuk di kawasan Selat Makassar.

Fenomena ini turut memicu lahirnya daerah pertemuan angin (konvergensi) serta perlambatan kecepatan angin (konfluensi) di sekitarnya. Kondisi serupa diprediksi berpotensi meluas ke beberapa area strategis lain di Indonesia.

Kombinasi dari berbagai faktor dinamika atmosfer tersebut secara langsung mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan hujan (kumulonimbus) secara masif. Area yang paling terdampak terutama adalah wilayah yang berada di perimeter siklon tropis, titik sirkulasi siklonik, serta sepanjang jalur konvergensi.

"Perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah," tegas Selly.

Baca Juga: Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia

Berikut merupakan rangkuman rincian prakiraan cuaca dari BMKG untuk kota-kota besar di wilayah Indonesia:

  • Potensi Hujan Lebat Disertai Petir/Kilat: Tanjungpinang dan Bandar Lampung.
  • Potensi Hujan Intensitas Ringan: Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda.
  • Kondisi Berawan hingga Berawan Tebal: Banda Aceh, Yogyakarta, dan Banjarmasin.
  • Potensi Udara Kabur (Haze): Jakarta dan Surabaya.

Untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur, kondisi cuaca juga diproyeksikan cukup variatif. Curah hujan dengan skala ringan diprakirakan bakal mengguyur Denpasar, Mataram, Mamuju, Kendari, Palu, Nabire, Jayapura, Wamena, serta Merauke.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari diprediksi akan didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga kondisi atmosfer berawan tebal sepanjang hari.

Load More