News / Internasional
Senin, 22 Juni 2026 | 10:58 WIB
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres meninggal dunia di Kuala Lumpur pada usia 71 tahun. (X Anwar Ibrahim)
Baca 10 detik
  • Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres meninggal dunia pada usia 71 tahun di Malaysia.

  • Kabar wafatnya tokoh kemerdekaan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

  • Almarhum sempat mendapatkan perawatan medis yang intensif di Rumah Sakit Prince Court.

Suara.com - Dunia politik internasional berduka setelah tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Bumi Lorosae mengembuskan napas terakhirnya. Mantan Presiden Timor Leste, Francisco Guterres, dilaporkan meninggal dunia pada usia 71 tahun pada Minggu (21/6).

Kepergian pemimpin legendaris ini memicu gelombang simpati yang luas dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Kabar duka ini terkonfirmasi langsung melalui pengumuman resmi dari otoritas pemerintahan negara sahabat.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, membagikan berita kehilangan tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial X pada Senin (22/6). Anwar menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sang pemberontak yang beralih menjadi negarawan tersebut.

"Saya turut berduka atas wafatnya mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres. Atas nama Malaysia, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan rakyat Timor-Leste," tulis Anwar.

Pihak keluarga mendiang juga mengekspresikan kesedihan mendalam atas hilangnya pilar utama dalam perjuangan panjang bangsa mereka.

Mereka menegaskan peran historis almarhum dalam menyatukan visi negara yang berdaulat.

Rekam jejak politik almarhum mencatat kepemimpinan tertinggi di negara tersebut untuk masa jabatan tahun 2017 hingga 2022. Dia mengawali karier birokrasi puncaknya melalui kendaraan politik partai Fretilin yang legendaris.

Selain mengepalai pemerintahan, sang tokoh juga pernah memegang posisi krusial sebagai Ketua Majelis Konstituen. Posisi strategis ini menempatkannya di garis depan dalam merancang fondasi hukum negara baru tersebut.

"Sepanjang kariernya, beliau tetap setia pada kebebasan rakyatnya dan pada pembangunan negara demokrasi," tulis Anwar.

Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste: Menang 3-0, Garuda Nusantara Belum Mampu Gusur Vietnam

Hubungan diplomatik yang erat antara Kuala Lumpur dan Dili tekesan sangat kuat dalam momentum perkabungan internasional ini. Penghormatan terakhir mengalir deras bagi sang pejuang yang gigih mempertahankan prinsip demokrasinya.

"Malaysia turut berduka cita atas wafatnya bersama rakyat Timor-Leste. Beliau akan dikenang di sini dengan hormat dan kasih," tutupnya.

Load More