News / Nasional
Senin, 22 Juni 2026 | 15:07 WIB
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menggelar Silaturahmi Kebangsaan bersama tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) siang. (Foto dok. PDIP)
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menggelar Silaturahmi Kebangsaan bersama tokoh lintas agama dan akademisi di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.
  • Pertemuan tersebut membahas isu fundamental mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat etika publik, serta nilai moral bernegara.
  • Dialog ini bertujuan merespons tantangan kebangsaan dengan menekankan perlunya menjaga ruang demokrasi yang sehat dan juga berkeadaban.

Suara.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menggelar Silaturahmi Kebangsaan bersama tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) siang.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius membahas isu-isu kebangsaan.

Megawati tiba di lokasi sekira pukul 12.50 WIB dan disambut jajaran pengurus Megawati Institute, termasuk Hilmar Farid, Darmadi Durianto, Selly Andriany Gantina, serta politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno yang turut hadir dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Pertemuan tertutup untuk awak media dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, dan dihadiri sejumlah tokoh lintas agama dan akademisi yang selama ini aktif menyuarakan isu kemanusiaan dan etika publik.

Di antaranya Ignatius Kardinal Suharyo, Gomar Gultom, dan budayawan Franz Magnis Suseno.

Tokoh lain yang hadir antara lain akademisi Karlina R. Supelli, mantan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, serta mantan Kepala Staf Presiden Andi Widjajanto. Hadir pula akademisi Francia Seda dan pendiri Nalar Institute Yanuar Nugroho.

Suasana sempat mencair ketika tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus istri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid bersama sang putri, Inayah Wahid, tiba di ruang pertemuan.

Megawati yang sedang memulai pemaparan langsung menghentikan sejenak sambutan untuk menyambut keduanya.

Ia terlihat menyalami Sinta Nuriyah, bahkan berbincang singkat dengan suasana akrab. Momen itu juga diwarnai gestur cipika-cipiki yang disaksikan para undangan di ruangan.

Baca Juga: Suara Lantang Megawati di Usia Mau 80 Tahun: Menolak Diam Saat Harga Pangan Mencekik Rakyat

Setelah suasana kembali tenang, Megawati melanjutkan pemaparannya.

Pertemuan ini kemudian membahas sejumlah isu fundamental bangsa, mulai dari pentingnya menjaga persatuan, memperkuat etika publik, hingga mengawal nilai moral dan nurani dalam kehidupan bernegara.

Silaturahmi Kebangsaan ini juga menjadi ruang dialog lintas latar belakang untuk merespons berbagai tantangan kebangsaan ke depan, dengan penekanan pada pentingnya menjaga ruang demokrasi yang sehat dan berkeadaban.

Load More