News / Nasional
Senin, 22 Juni 2026 | 18:31 WIB
Pertemuan Silaturahmi Kebangsaan yang berlangsung di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). (Suara.com/Tiara Rosana)
Baca 10 detik
  • Gerakan Nurani Bangsa bertemu Megawati Soekarnoputri di Jakarta pada 22 Juni 2026 untuk menjalin silaturahmi kebangsaan.
  • Pertemuan bertujuan bertukar informasi mengenai kondisi masyarakat, pemerintahan, serta permasalahan kebangsaan yang sedang berkembang saat ini.
  • GNB dan Megawati menemukan kesamaan pandangan terkait berbagai isu nasional yang menjadi keprihatinan publik saat ini.

Suara.com - Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengungkap adanya kesamaan pandangan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terkait sejumlah persoalan yang tengah dihadapi Indonesia.

Kesimpulan itu muncul usai pertemuan Silaturahmi Kebangsaan yang berlangsung di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Anggota GNB sekaligus mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda organisasi untuk bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa yang pernah mendapat amanah memimpin negara.

"Ini sebenarnya pertemuan yang sudah cukup lama dirancang karena GNB memiliki agenda mengunjungi tokoh-tokoh bangsa, khususnya mereka yang pernah mendapatkan amanah sebagai presiden dan wakil presiden," kata Lukman kepada wartawan usai pertemuan.

Menurut dia, sebelum bertemu Megawati, GNB telah lebih dulu menemui Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 KH Ma'ruf Amin.

Lukman menjelaskan, tujuan utama pertemuan bukan sekadar menjaga silaturahmi. GNB juga ingin bertukar informasi mengenai kondisi kehidupan bermasyarakat, pemerintahan, dan kebangsaan yang saat ini berkembang di tengah publik.

"Nah, tujuan GNB kali ini menemui Ibu Megawati adalah selain tentu kami bersilaturahim, menjaga dan memelihara hubungan silaturahim itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kami saling berbagi informasi terkait situasi dan kondisi kehidupan kemasyarakatan kita, termasuk tentu kehidupan berpemerintahan dan kehidupan kebangsaan," terangnya.

Ia mengungkapkan, selama ini GNB menerima banyak masukan dari masyarakat terkait berbagai persoalan nasional.

Karena itu, mereka merasa perlu mengonfirmasi berbagai informasi tersebut kepada tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik dan pemerintahan.

Baca Juga: Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?

"Karena kami di GNB juga menerima banyak masukan dari masyarakat dan karenanya kami perlu mengonfirmasi apakah yang kami miliki, informasi-informasi ini, juga dimiliki oleh Ibu Megawati selaku tokoh yang memang sudah memiliki asam garam pengalaman yang sangat panjang dalam hidup di dunia politik ini," tutur Lukman.

Kesamaan pandangan antara GNB dan Megawati juga disampaikan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

"Nampaknya keprihatinan yang digumuli oleh Gerakan Nurani Bangsa sama dengan tokoh-tokoh bangsa yang sudah kami jumpai, termasuk dengan Ibu Megawati tadi," ucap Gomar dalam kesempatan yang sama.

Meski tidak merinci isu yang dibahas secara spesifik, Lukman menyebut materi diskusi berkaitan dengan berbagai perkembangan aktual yang selama ini juga menjadi perhatian publik dan banyak diberitakan media massa.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama dan akademisi, di antaranya Ignatius Kardinal Suharyo, Romo Franz Magnis-Suseno, Sinta Nuriyah Wahid, Karlina Supelli, Laode M. Syarif, Francisia Seda, hingga Yanuar Nugroho.

Sebagai informasi, Gerakan Nurani Bangsa merupakan kelompok yang beranggotakan sejumlah tokoh lintas agama, akademisi, dan pegiat masyarakat sipil.

Dalam beberapa waktu terakhir, kelompok ini aktif menggelar dialog kebangsaan serta menemui sejumlah tokoh nasional untuk bertukar pandangan mengenai kondisi demokrasi, pemerintahan, dan kehidupan berbangsa di Indonesia.

Load More