- Jaksa KPK sedang menganalisis fakta persidangan mengenai dugaan Ahmad Dedi menerima suap Rp30 miliar dari Pemilik Blueray Cargo.
- Penyidik KPK terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam perkara suap pejabat Bea Cukai kepada tersangka Budiman Bayu Prasojo.
- John Field didakwa menyuap pejabat Bea Cukai senilai Rp61,3 miliar guna mempercepat proses pengeluaran barang impor milik perusahaannya.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan bahwa jaksa penuntut umum akan menganalisis fakta persidangan mengenai dugaan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda, Ahmad Dedi alias Dedi Congor, menikmati uang sebanyak Rp 30 miliar dari Pemilik Blueray Cargo John Field.
Selain itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa penyidikan terhadap tersangka Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC Budiman Bayu Prasojo masih berjalan.
Dalam penyidikan itu, lanjut Budi, penyidik juga akan mendalami dugaan adanya pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini, termasuk mengenai dugaan penerimaan uang oleh Dedi Congor.
“Fakta persidangan ini tentunya akan menjadi bahan analisis JPU,” kata Budi kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
“Di sisi lain, dalam penyidikan perkara yang masih berproses yakni untuk tersangka BBP, penyidik juga masih terus mendalami apakah ada pihak-pihak lain yang juga diduga memiliki peran penting dalam konstruksi perkaranya ataupun mendapat aliran uang terkait perkara ini,” tambah dia.
Untuk itu, Budi menyebut bahwa KPK berpotensi untuk melakukan pengembangan perkara.
Dengan begitu, lanjut dia, keterangan-keterangan dari saksi maupun fakta persidangan akan didalami penyidik.
Mengenai pemanggilan lagi terhadap Dedi Congor, Budi belum bisa memastikan. Sebab, lanjut dia, permintaan keterangan Dedi Congor bisa diketahui setelah adanya perkembangan perkara ini.
Dia juga mengaku akan menyampaikan informasi kepada publik jika penyidik memerlukan keterangan dan melakukan pemanggilan terhadap Dedi Congor.
Baca Juga: ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
Nikmati Uang Rp30 Miliar
Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK menegaskan bahwa Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda, Ahmad Dedi alias Dedi Congor diduga menikmati uang sebanyak Rp 30 miliar dari Pemilik Blueray Cargo John Field.
Penjelasan ini sekaligus menerangkan mengenai pengakuan pihak John yang telah menyerahkan uang total Rp 91 miliar, sedangkan uang fisik yang ditemukan KPK baru berjumlah Rp 61 miliar.
“Dedi congor tadi juga sudah kami ulas dalam tuntutan, bahwa itu menjadi satu kesatuan, dia pun ikut menikmati total Rp30 M,” kata Jaksa Takdir Subhan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Dia menjelaskan peran Dedi Congor merupakan satu kesatuan dengan pihak-pihak di lingkungan Bea Cukai yang diduga menerima uang suap.
Meskipun keterlibatan Dedi tidak terlihat secara langsung bersama dengan pihak lain seperti Rizal dan Sisprian, Jaksa menegaskan jejak aliran dana tersebut terekam jelas dalam dokumen keuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien