- Pansus DPR RI menerima audiensi perwakilan masyarakat adat dan DPN Knara di Komplek Parlemen, Senin (22/6/2026).
- Masyarakat melaporkan sengketa lahan berkepanjangan dengan korporasi yang mengakibatkan hilangnya hak tanah serta kesulitan akses pendidikan warga.
- Pansus DPR RI berkomitmen mengidentifikasi dan mensinkronkan seluruh permasalahan agraria tersebut untuk mencari solusi kebijakan yang lebih tegas.
"Saya selaku petani Pak, khususnya di Desa Mulya Jaya dan Campang Tiga Ulu, itu berkonflik dengan PT Laju Perdana Indah. Itu berpuluh-puluh tahun, Pak, berpuluh-puluh tahun itu konfliknya ndak selesai-selesai. Bahkan masyarakat diadu dengan pam swakarsa perusahaan," ujar pria yang bernama Wayan.
Ia pun mendesak agar Kementerian ATR/BPN segera mencabut HGU perusahaan terkait, mengingat persoalan ini sebelumnya sudah pernah dibahas di Komisi II DPR RI.
"Saya pernah ikut rapat di Komisi II DPR RI. Ini Pak ada keputusannya, ini ada Dirjen yang teken juga di situ menurut saya, Dirjen itu juga sebagian dari kementerian. Ini mendesak, mendesak ATR/BPN segera mencabut HGU PT LPI, Pak," tegasnya.
"Mohon didampingi kami di lapangan, jangan diadu lagi kami dengan aparat, baik itu polisi, tentara, apalagi pam swakarsa. Kami ndak akan mundur Pak menghadapi Pam Swakarsa, tapi kalau dengan polisi kami takut karena itu alat negara," sambungnya.
Merespons kembali sejumlah aspirasi dan keluh kesah masyarakat yang mengadu, Saan Mustopa selaku pimpinan rapat mengatakan, bahwa pihaknya akan menampung semua.
"Nah, kami juga sudah mendapatkan bahan yang terkait dengan tuntutan dan juga rincian dari berbagai persoalan yang ibu-bapak sampaikan.Baik di daerah Jambi tadi Suku Anak Dalam, maupun yang ada di Riau, dan juga di tempat-tempat lain," kata Saan.
Ia menyampaikan, pihaknya lewat Tim Pansus DPR RI dalam rangka penyelesaian konflik agraria ini akan mengidentifikasi satu persatu masalah yang dikeluhkan.
"Nah, karena ini lintas komisi dan lintas institusi baik lembaga maupun kementerian, maka nanti ini akan ditangani secara khusus oleh tim Pansus nanti. Tim Pansus Tanah akan coba nanti mensinkronkan apa yang ibu-bapak sampaikan," pungkasnya.
Baca Juga: Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?
Berita Terkait
-
Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Menikmati Sensasi Bebek Bumbu Hitam Artomoro Jambi, Super Lembut dan Gurih
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Kopitiam Murni 99, Spot Kuliner 24 Jam di Jambi dengan Cita Rasa Autentik
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali