- Siswa SD dan SMP di Batam melakukan aksi jalanan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis baru-baru ini.
- Pengamat kebijakan publik menegaskan bahwa melibatkan anak dalam demonstrasi melanggar aturan penyampaian aspirasi bagi warga dewasa.
- Dinas Pendidikan diimbau menggunakan metode dukungan yang lebih aman agar tidak merusak citra program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Keterlibatan siswa SD dan SMP dalam aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Batam baru-baru ini menuai sorotan tajam.
Aksi turun ke jalan yang melibatkan anak di bawah umur ini dinilai menyalahi aturan penyampaian aspirasi publik.
Sebelumnya, para pelajar tersebut kedapatan melakukan pawai di jalanan dengan mengenakan atribut sekolah. Dinas Pendidikan Kota Batam selaku inisiator berdalih pihaknya hanya mengajak, dan kehadiran para siswa dalam aksi tersebut bersifat sukarela.
Merespons fenomena ini, Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansah, menegaskan bahwa secara hukum anak-anak dilarang terlibat dalam aksi demonstrasi di jalanan.
"Secara aturan memang enggak boleh melibatkan anak-anak dalam demonstrasi. Menyampaikan aspirasi itu ya orang yang sudah cukup umur dan dewasa. Ada undang-undang terkait penyampaian aspirasi," kata Trubus Rahardiansah kepada Suara.com saat dihubungi via telepon pada Selasa (23/6/2026).
Menurut Trubus, ekspresi dukungan dari siswa sebagai penerima manfaat sebenarnya sah-sah saja, asalkan medianya tepat dan tidak dengan cara turun ke jalan raya.
Hal tersebut bisa disiasati dengan metode lain yang lebih aman dan ramah anak.
Dukungannya ini aja, misalnya tertulis atau bikin video, itu masih boleh karena bagian dari aspirasi. Jadi tidak harus turun ke jalan.
Ia juga mengingatkan agar Dinas Pendidikan membuat regulasi atau payung hukum yang jelas jika ingin melibatkan siswa dalam kegiatan tertentu agar tidak memicu kecurigaan publik.
Baca Juga: Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
Terlebih, aksi jalanan yang membawa nama program MBG dinilai sangat rawan dipolitisasi dan justru bisa merugikan citra program itu sendiri.
"Jangan arak-arakan kaitannya dengan MBG. Ini malah kontraproduktif, malah justru merusak citra MBG itu sendiri," pungkas Trubus.
Berita Terkait
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Buntut 'Nyanyian' Sony Sonjaya, Kejagung akan Klarifikasi Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi