- Dinas Pendidikan Kota Batam menuai kritik setelah mengerahkan siswa sekolah melakukan aksi demonstrasi dukungan program Makan Bergizi Gratis.
- Pengamat menilai pengerahan siswa di jalan raya berisiko dipolitisasi dan merusak citra positif dari program pemerintah tersebut.
- Siswa diimbau menyampaikan aspirasi melalui metode edukatif seperti konten kreatif atau partisipasi dalam parade perayaan hari daerah.
Suara.com - Menyuarakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak melulu harus dengan mengerahkan siswa SD dan SMP ke jalan raya.
Para pelajar sebenarnya tetap diperbolehkan menyampaikan aspirasi mereka, namun melalui jalur yang lebih aman dan edukatif, seperti membuat konten kreatif atau mengikuti parade perayaan daerah.
Sorotan ini mengemuka setelah Dinas Pendidikan Kota Batam menginisiasi aksi di jalanan yang melibatkan anak-anak sekolah dasar dan menengah dengan mengenakan atribut sekolah di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Batam.
Langkah tersebut menuai kritik karena dinilai keliru dalam menempatkan anak-anak di ruang publik.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansah, menjelaskan bahwa penyampaian dukungan oleh anak di bawah umur memiliki batasan aturan yang ketat.
Alih-alih melakukan aksi demonstrasi khusus, siswa dapat memanfaatkan media digital atau membuat karya tulis bersama di kelas.
"Dukungannya ini aja, misalnya tertulis atau bikin video, itu masih boleh karena bagian dari aspirasi. Misalnya (membuat konten) karena merasa terbantu tidak perlu repot disiapkan sarapan lagi oleh orang tua. Itu boleh saja," kata Trubus kepada Suara.com melalui panggilan telepon pada Kamis (23/10/2025).
Trubus menambahkan, kehadiran anak-anak sekolah di jalan raya sebenarnya sah-sah saja selama berada dalam konteks parade perayaan hari besar daerah, bukan demonstrasi khusus untuk mendukung suatu program pemerintah.
"Kalau memperingati hari ulang tahun daerah, itu boleh saja sekolah-sekolah mengadakan pawai. Di situ nanti disisipkan pesan 'kami senang dapat MBG', itu boleh karena konteksnya bukan demo khusus," lanjutnya.
Baca Juga: Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
Ia mengingatkan bahwa pengerahan siswa secara khusus untuk aksi dukungan MBG di jalan raya justru berpotensi dipolitisasi dan memicu citra buruk terhadap program tersebut.
"Jangan arak-arakan yang tujuannya khusus untuk MBG, itu salah. Nanti malah kontraproduktif dan merusak citra program itu sendiri," tegas Trubus.
Berita Terkait
-
Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?