- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan modernisasi struktural dan sistem teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi layanan kepolisian Polri.
- Prof. Firdaus Syam mengapresiasi capaian tersebut saat peluncuran buku di Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026 mendatang.
- Transformasi kultur kerja serta reformasi mental anggota melalui pendidikan menjadi catatan strategis untuk keberlanjutan profesionalisme Polri ke depan.
Suara.com - Langkah besar transformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terus menuai perhatian dari berbagai kalangan, termasuk dunia akademik.
Fokus pada modernisasi kelembagaan dan peningkatan layanan berbasis teknologi menjadi poin utama yang dinilai membawa perubahan signifikan pada institusi Bhayangkara tersebut.
Associate Profesor Universitas Nasional (Unas), Prof. Firdaus Syam, secara terbuka memberikan apresiasi terhadap capaian yang telah diraih oleh Jenderal Listyo Sigit.
Penilaian ini disampaikan dalam momentum peluncuran buku berjudul 'Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo, Sang Arsitektur PRESISI Polri' yang digelar di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini mencakup berbagai aspek fundamental organisasi.
"Pertama, kita harus akui bahwa langkah perubahan (transformasi) yang dilakukan oleh Pak Listyo Sigit Prabowo sudah banyak dilakukan, seperti pada level struktural, kelembagaan, lalu program berbasis IT, sarana dan prasarana," ujar Firdaus Syam.
Transformasi struktural dan penguatan sistem berbasis teknologi informasi (IT) memang menjadi pilar utama dalam visi PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).
Hal ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi birokrasi di internal Polri serta memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kepolisian di kota-kota besar yang memiliki mobilitas tinggi.
Namun, di balik keberhasilan transformasi fisik dan sistem, Firdaus Syam memberikan catatan strategis mengenai pentingnya penguatan pada aspek non-fisik.
Baca Juga: Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
Ia menekankan bahwa perubahan kultur atau budaya kerja di internal kepolisian masih menjadi hal yang paling dinantikan oleh publik secara luas. Reformasi mentalitas anggota di lapangan dianggap sebagai kunci keberlanjutan transformasi Polri.
"Pertanyaannya melalui apa untuk mengubah kultur ini? Ada dua. Pertama, jalur pendidikan. Bagaimana nanti para taruna polisi bisa melanjutkan tradisi-tradisi yang telah dikembangkan atau dicontohkan oleh Pak Listyo. Bagaimana nantinya polisi dapat menjadi lebih humanis, independen, dan profesional," beber dia.
Pendidikan bagi para calon perwira dan anggota Polri dipandang sebagai instrumen vital untuk menanamkan nilai-nilai baru yang lebih sesuai dengan tuntutan masyarakat modern.
Selain jalur pendidikan, konsolidasi di internal institusi juga menjadi faktor penentu.
Firdaus Syam mengingatkan agar Polri tetap fokus pada tugas pokok dan fungsinya sesuai amanat undang-undang. Profesionalisme anggota akan sangat diuji oleh bagaimana mereka menjaga jarak dari wilayah-wilayah yang bukan merupakan domain kepolisian agar tidak memicu persepsi negatif di mata masyarakat.
"Kedua, perlu ada konsolidasi di internal kepolisian. Terutama sekali, karena fungsinya kamtibmas, pengayoman dan penegakan hukum ya janganlah polisi masuk ke wilayah lain yang menimbulkan persepsi publik terhadap profesionalisme polisi," ujar dia menambahkan.
Berita Terkait
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!