- Dato' Sri Tahir menyumbangkan dana sebesar Rp500 juta kepada Yuvita, korban penganiayaan berat, melalui pengacara Hotman Paris Hutapea.
- Hotman Paris akan menyerahkan bantuan langsung ke Bandung setelah menyelesaikan pengobatan tulang belakang di Singapura guna mendukung korban.
- Penyaluran bantuan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral bagi Yuvita serta memastikan dana diterima secara penuh tanpa potongan.
Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali mencuri perhatian publik melalui aksi kemanusiaan terbarunya. Sosok yang dikenal dengan gaya hidup mewah namun vokal dalam membela rakyat kecil ini mengumumkan kabar gembira mengenai bantuan finansial dalam jumlah besar.
Salah satu klien setianya, Dato' Sri Tahir, yang merupakan pemilik Mayapada Group, telah menitipkan dana sebesar Rp500 juta untuk disalurkan kepada seorang wanita bernama Yuvita.
Diketahui, Yuvita yang memiliki nama lengkap Yuvita Tri Rezeki merupakan korban penyekapan dan penganiayaan berat oleh kekasihnya bernama Taufik Hidayat yang viral belum lama ini. Belakangan, pelaku disebut telah ditangkap aparat kepolisian.
Yuvita (29) diduga disekap dan disiksa secara keji oleh kekasihnya selama kurang lebih 1,5 hingga 3 tahun, mengakibatkan luka berat termasuk kebutaan dan cacat.
Kabar mengenai donasi fantastis ini disampaikan langsung oleh Hotman Paris melalui sebuah unggahan video singkat di akun media sosial pribadi.
"Hari ini saya dapat kabar bahwa salah satu klien saya, konglomerat Pak Tahir, bos pemilik Mayapada Group dan Bank Mayapada, telah mengirimkan uang 500 juta ke rekening saya sebagai sumbangan untuk adinda Yuvita," ujar Hotman Paris di Instagram, dikutip Rabu (24/6/2026).
Meskipun dana bantuan tersebut sudah tersedia dan siap untuk diserahkan, Hotman Paris meminta Yuvita dan publik untuk sedikit bersabar. Pasalnya, pengacara yang identik dengan cincin berlian ini tengah menghadapi kendala kesehatan.
Hotman terlihat menggunakan tongkat penyangga untuk membantunya berjalan. Dengan gaya bicaranya yang khas dan tetap jenaka, ia menjelaskan bahwa dirinya mengalami gangguan pada bagian tulang belakang.
"Tunggu waktunya nanti saya akan serahkan, karena saya masih harus ke Singapura untuk check-up. Ini ada gangguan tulang sedikit di belakang karena kebanyakan berdansa, sampai saya pakai tongkat nih. Ya inilah kalau kebanyakan bahagia," tuturnya sembari menunjukkan tongkat penyangga yang ia gunakan.
Baca Juga: Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
Cedera tersebut mengharuskan Hotman Paris untuk segera terbang ke Singapura guna menjalani pemeriksaan medis (check-up) lebih lanjut.
Namun, kondisi fisik yang sedang tidak prima tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntaskan amanah dari Dato' Sri Tahir.
Hotman menegaskan bahwa komitmennya untuk membantu sesama tetap menjadi prioritas utama di tengah jadwalnya yang padat sebagai pengacara papan atas.
Hotman Paris memberikan kepastian bahwa dirinya tidak akan mengutus perwakilan untuk menyerahkan bantuan tersebut.
Ia berencana untuk berangkat langsung ke Bandung setelah urusan pengobatannya di Singapura selesai.
Kehadiran fisiknya dianggap penting untuk memberikan dukungan moral secara langsung kepada Yuvita, sekaligus memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat tanpa potongan apa pun.
Berita Terkait
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Usai Buron, Taufik Hidayat Tersangka Kasus Penyekapan Cileunyi Ditangkap
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan