- Dosen UGM Herlambang P. Wiratraman menyoroti dugaan suap yang melibatkan Ketua BEM FH UBK pada Rabu (24/6/2026).
- Fenomena manipulasi mahasiswa dilakukan untuk menutupi kebijakan bermasalah serta mempertahankan kekuasaan dalam sistem politik yang koruptif.
- Praktik tersebut mencerminkan pengaruh oligarki yang mengakar, sehingga mahasiswa harus tetap menjalankan fungsi kritis bagi masyarakat luas.
Suara.com - Dosen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Herlambang P. Wiratraman, menyoroti dugaan aliran dana suap yang menyeret Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) baru-baru ini.
Herlambang menilai fenomena mahasiswa yang diduga dijadikan alat manipulasi di ruang publik bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Menurutnya, praktik serupa sudah berulang kali muncul dalam dinamika politik nasional.
"Fenomena mahasiswa yang dijadikan alat pemanipulasian di ruang publik, ini sama sekali tak mengejutkan," kata Herlambang kepada Suara.com, Rabu (24/6/2026).
Ia menyebut pola tersebut sejalan dengan berbagai praktik kooptasi terhadap aktivis. Termasuk penarasian yang bersifat stigmatis dan pendangkalan informasi.
Kondisi itu, kata Herlambang, semakin sering terjadi di tengah kehidupan politik dan ketatanegaraan saat ini.
"Sama halnya pola kooptasi aktivis dalam jabatan publik, atau penarasian secara stigmatisasi atau bahkan pendangkalan informasi, kian jamak terjadi," ujarnya.
Praktik-praktik tersebut memiliki tujuan politik yang jelas, yakni menutupi kebijakan yang dinilai bermasalah sekaligus mempertahankan kekuasaan.
Ia menilai sejumlah kebijakan dijalankan dengan mengabaikan prinsip moral, sarat kepentingan koruptif, dan bahkan mengingkari konstitusi.
"Tujuannya jelas menutup-nutupi kebijakan yang tidak bermoral karena sarat korupsi, mengingkari konstitusi, bahkan cara busuk mempertahankan kekuasaan," tegasnya.
Baca Juga: Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
Herlambang menilai situasi itu tidak bisa dilepaskan dari kuatnya pengaruh oligarki yang telah mengakar dalam sistem politik Indonesia.
Menurutnya, praktik tersebut menunjukkan bekerjanya kekuasaan oligarkis yang melekat di dalam sistem politik ketatanegaraan atau disebut embedded oligarch politics.
Di tengah situasi ini, ia meminta mahasiswa tidak ragu untuk tetap menjalankan fungsi kritisnya di ruang publik.
Menurutnya desakan terhadap lahirnya kebijakan yang lebih baik merupakan kerja politik yang penting karena mulai mewakili keresahan dan penderitaan masyarakat luas.
"Mahasiswa tak perlu ragu melanjutkan kritik di ruang publik, mendesakkan kebijakan yang lebih baik, karena itu kerja-kerja politik yang mulai mewakili penderitaan warga bangsa," tandasnya.
"Terlebih politik hari ini kian jengah dijejali fakta ugal-ugalan tanpa hukum atau hukum yang diperlakukan sewenang-wenang," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Kronologi Kasus Dugaan Bagi-Bagi Uang BEM FH UBK Setelah Bertemu Wapres Gibran
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru