News / Nasional
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:34 WIB
Ilustrasi - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar ribuan unit motor listrik milik BGN yang kini menjadi barang bukti kasus korupsi dihibahkan kepada para guru honorer. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan hibah ribuan motor listrik sitaan Kejaksaan Agung kepada guru honorer.
  • Eksekusi hibah aset kasus korupsi Badan Gizi Nasional ini harus menunggu keputusan hukum tetap atau inkrah dari pengadilan.
  • Pemberian motor listrik diharapkan menjadi apresiasi bagi guru honorer sekaligus gestur positif pemerintah terhadap sektor pendidikan nasional.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar ribuan unit motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini menjadi barang bukti kasus korupsi tidak dibiarkan mangkrak. Ia mendorong pemerintah untuk menghibahkan aset tersebut kepada para guru honorer.

Namun, Charles mengingatkan bahwa langkah ini hanya bisa dieksekusi setelah ada ketok palu dari pengadilan.

Hal ini dikarenakan status ribuan kendaraan tersebut saat ini masih menjadi barang bukti sitaan penyidik Kejaksaan Agung.

"Tentunya proses hukumnya harus selesai dulu, karena sepengetahuan saya saat ini motor listrik yang ada atau yang pernah diadakan oleh BGN yang bermasalah itu ya, itu masih menjadi barang bukti di Kejaksaan Agung," ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. (Suara.com/Bagaskara)

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu berharap, begitu status hukumnya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap, pemerintah segera mengalokasikan aset tersebut untuk hal produktif.

Baginya, menghibahkan motor listrik kepada guru honorer adalah bentuk apresiasi nyata terhadap pengabdian mereka yang sering kali tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima.

"Saya berharap kalau kasusnya sudah selesai bisa tentu harus bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif. Memberikan kepada guru-guru honorer ya mungkin sebagai salah satu opsi yang baik ya karena memang kita ketahui teman-teman guru hari ini tidak mendapatkan pendapatan atau penghasilan sesuai dengan yang seharusnya termasuk khususnya guru-guru honorer," ungkap Charles,

Selain itu, Charles melihat usulan ini juga bisa menjadi "obat penawar" atas derasnya kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, MBG sering dituding membebani bahkan menyedot anggaran pendidikan nasional.

Hibah ribuan motor listrik ini dinilai bisa menjadi pesan perdamaian atau gestur positif dari pemerintah kepada sektor pendidikan yang merasa dirugikan.

Baca Juga: Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

"Kalau ada gesture dari pemerintah untuk menghibahkan berapa itu total sepuluh ribuan ya motor listrik yang sudah diadakan untuk kepentingan guru-guru honorer saya rasa ini bisa menjadi sesuatu yang cukup baik," katanya.

Load More