- Bakom RI membantah tudingan pemerintah melakukan pengondisian aksi dukungan terhadap program MBG.
- Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjamin kebebasan seluruh masyarakat dalam menyampaikan aspirasi baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan negara.
- Fokus pemerintah saat ini adalah melakukan pembenahan pelaksanaan program serta perbaikan oleh pimpinan baru Badan Gizi Nasional.
Suara.com - Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, membantah tudingan bahwa pemerintah melakukan pengondisian terhadap aksi demonstrasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kurnia menegaskan, pemerintah tidak pernah mengarahkan ataupun mengatur aksi dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Terkait dengan dugaan ada pengondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG, saya rasa itu tidak benar, karena posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat suara masyarakat baik yang pro maupun yang kontra," kata Kurnia di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Kurnia, pemerintah menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
"Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah. Posisi pemerintah menghormati kedua belah pihak tersebut," katanya.
Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah melakukan pembenahan pelaksanaan Program MBG, termasuk sejumlah perbaikan yang tengah dilakukan oleh pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal program makan bergizi gratis sembari itu juga perbaikan-perbaikan sembari dilakukan oleh pimpinan BGN yang baru," ungkapnya.
Pernyataan Bakom RI disampaikan di tengah sorotan publik terkait dugaan adanya pengondisian aksi dukungan terhadap MBG di berbagai daerah. Salah satunya yang melibatkan siswa SD dan SMP di Batam.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai narasi bahwa anak-anak turun ke jalan atas kemauan sendiri merupakan bentuk manipulasi opini.
Baca Juga: Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
Menurut Agus, anak-anak belum memahami substansi Program MBG sehingga pelibatan mereka dalam aksi dukungan dinilai tidak tepat. Ia menegaskan anak-anak tidak seharusnya dibawa ke dalam ruang demonstrasi atau kepentingan politik orang dewasa.
Sorotan terhadap aksi-aksi dukungan terhadap MBG tersebut kemudian memunculkan perdebatan mengenai dugaan mobilisasi massa dan standar kebebasan berekspresi dalam ruang publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita