- Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq akan menyelidiki dugaan pelibatan siswa SD dan SMP dalam aksi dukungan Program Makan Bergizi Gratis.
- Pemerintah pusat perlu menelusuri kewenangan Dinas Pendidikan Kota Batam terkait keikutsertaan pelajar dalam kegiatan yang menjadi sorotan publik tersebut.
- KPAI menilai pelibatan anak dalam aksi aspirasi orang dewasa berpotensi melanggar prinsip partisipasi bermakna serta mengarah pada eksploitasi anak.
Suara.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengaku akan mengecek dugaan pelibatan siswa SD dan SMP dalam aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Menurut Fajar, kewenangan pengelolaan pendidikan dasar berada di pemerintah daerah melalui dinas pendidikan setempat, sehingga perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
"Itu kan memang kalau kewenangan SD itu ada di Disdik memang ya, jadi kami akan cek apakah itu bisa, tapi saya belum cek detailnya," kata Fajar ditemui usai rapat tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Fajar belum mau menyimpulkan adanya pelanggaran dalam kegiatan yang melibatkan ratusan pelajar tersebut. Ia menilai perlu ada kejelasan terlebih dahulu mengenai bentuk kegiatan yang sebenarnya dilaksanakan.
"Itu perlu dicek, pawai, demo, atau kegiatan festival ya. Kan itu beda konotasi demo dengan festival. Coba dicek dulu," ujarnya.
Sebelumnya, aksi yang melibatkan pelajar SD dan SMP di Batam menjadi sorotan publik setelah muncul laporan bahwa para siswa ikut dalam kegiatan penyampaian aspirasi untuk mendukung keberlanjutan Program MBG.
Sejumlah guru disebut mengaku mendapat arahan dari Dinas Pendidikan Kota Batam terkait keikutsertaan dalam kegiatan tersebut.
Kasus itu juga telah mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menilai pelibatan anak dalam aksi penyampaian aspirasi yang diinisiasi orang dewasa berpotensi bertentangan dengan prinsip partisipasi bermakna anak, serta dapat mengarah pada eksploitasi dan manipulasi anak untuk kepentingan agenda orang dewasa.
Baca Juga: Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
Berita Terkait
-
Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
-
Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa
-
Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul
-
Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan
-
Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat
-
55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi