-
Blokade internet pemerintah Venezuela mempersulit pendataan korban dan kerusakan infrastruktur pascagempa bumi.
-
Tokoh oposisi Edmundo González mengecam sensor sistematis yang memperparah kecemasan keluarga korban.
-
Kerusakan saluran air dan gas pascagempa memicu risiko kebakaran yang melipatgandakan kerugian.
Suara.com - Blokade informasi yang ketat atau sensor media di Venezuela kini melumpuhkan akses masyarakat untuk mengetahui kondisi korban dan kerusakan pascagempa bumi. Sensor digital yang masif membuat warga di dalam maupun luar negeri terjebak dalam ruang hampa informasi yang krusial.
Kondisi darurat ini memperlihatkan bagaimana pembatasan ruang siber oleh otoritas setempat langsung berdampak pada keselamatan publik saat bencana. Masyarakat kehilangan hak dasar untuk memitigasi risiko lanjutan akibat minimnya panduan penyelamatan yang kredibel.
Di tengah lumpuhnya saluran resmi, arus informasi kini sepenuhnya bergantung pada keberanian jurnalis lokal yang bergerak secara mandiri. Mereka memanfaatkan infrastruktur pribadi demi menyuarakan fakta dari wilayah-wilayah terdampak parah.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam dari tokoh oposisi, Edmundo González, yang kini berada di pengasingan. Ia menyoroti penderitaan psikologis luar biasa yang harus ditanggung oleh keluarga korban akibat pemutusan akses komunikasi tersebut.
"Warga Venezuela di luar negeri tidak bisa mengetahui apakah keluarga mereka baik-baik saja. Mereka yang berada di dalam negeri tidak memahami skala dari apa yang telah terjadi. Ketidakpastian menjadi lapisan kecemasan lain, dan ini bukan karena jaringan yang terputus: ini adalah pemblokiran informasi yang sistematis dan berkepanjangan yang harus dihadapi oleh warga Venezuela," kata González dikutip dari CNN Internasional, Kamis (25/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa informasi yang beredar saat ini murni merupakan hasil kerja keras para pewarta di lapangan.
"Apa yang diketahui hanyalah berkat para jurnalis yang turun ke jalan dengan ponsel dan data mereka sendiri, bertekad untuk menceritakan apa yang mereka lihat." ujar González.
Selain kendala komunikasi, ancaman sekunder pascagempa seperti kebakaran hebat akibat kebocoran pipa gas juga mengintai wilayah padat penduduk.
Kerusakan sistem kelistrikan dan saluran air utama memperparah situasi karena menghambat proses pemadaman api oleh petugas.
Baca Juga: Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela
Dampak ikutan ini berpotensi melipatgandakan total kerugian ekonomi serta korban jiwa secara signifikan. Ketiadaan informasi secara aktual membuat mitigasi terhadap risiko berantai tersebut menjadi hampir mustahil dilakukan dengan cepat.
Sebagai konteks, Venezuela menempati peringkat ke-159 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia lansiran Reporters Without Borders.
Di bawah kepemimpinan mantan presiden otoriter Nicolás Maduro, intimidasi dan penahanan terhadap jurnalis menjadi fenomena yang lumrah terjadi.
Meski beberapa tahanan politik telah dibebaskan sejak Delcy Rodríguez memegang kendali kekuasaan, sensor sistematis tetap berjalan kuat.
Lembaga VE Sin Filtro mencatat lebih dari 200 situs web, termasuk puluhan media berita dan platform digital global, diblokir secara sepihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT